Dahulu Kerja Proyek, Sekarang Bos TMJ Gugat Bupati

Pengusaha kelas kakap Sulteng, Hantje Yohanes mendadak “berseteru” dengan pihak Bupati Parigi Moutong (Parimo) Samsurizal Tombolotutu. Padahal, berdasar penelusuran koranindigo, PT Tunggal Maju Jaya (TMJ), perusahaan diketahui kerap digunakan Hantje Yohanes, tercatat pernah kerja proyek di lingkar kekuasaan Samsurizal. Namun, saat ini bos TMJ itu justru melayangkan gugatan kepada bupati Samsurizal terkait “kusut” rupiah.

KABAR soal Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu digugat oleh pengusaha Hantje Yohanes, tiba-tiba menyeruak. Nama Hantje tertera dalam lembar gugatan didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Parigi sejak 30 Agustus 2019 lalu.

Dalam gugatan wanpestasi dikuasakan kepada DR Muslim Mamulai SH MH & Associate itu memuat angka nominal uang cukup fantastis.

Miliaran rupiah uang disebut sebagai pinjaman, dan dituding telah mengalir ke Bupati Samsurizal via orang-orang dekatnya, adalah sekitar Rp7,7 miliar lebih, dan terbagi menjadi tiga gugatan.

Namun, berdasar penelusuran koranindigo, perusahaan diketahui kepunyaan Hantje Yohanes, yaitu PT Tunggal Maju Jaya (TMJ) tercatat pernah keluar sebagai “juara” dalam tender beberapa proyek di lingkup Pemda Parimo pada 2017-2018.

Proyek-proyek lingkup Pemda Parimo dalam helatan TMJ tersebut, hampir kesemuanya merupakan proyek jalan dan pengaspalan berasal dari Dinas Pekerjaan umum, perumahan rakyat dan pertanahan (PUPRP) Parimo.

Paling baru tercatat sebagai hasil kerja TMJ adalah proyek peningkatan jalan Aoma – Pakareme sepanjang 6,1 kilometer pada 2018. Proyek berlabel dana alokasi khusus (DAK) Penugasan ini disponsori APBD 2018.

Paket peningkatan jalan tersebut mempunyai nilai pagu sebesar Rp6 miliar, dan dimenangkan oleh TMJ dengan nilai kontrak akhir yaitu Rp 5,7 miliar.

Selain paket peningkatan jalan Aoma-Pakareme, TMJ juga mengerjakan proyek peningkatan Jalan Kertasari – Bukitsari senilai Rp3,9 miliar, peningkatan Jalan Suli Gandasri – Piore senilai Rp5,8 miliar , peningkatan Jalan desa Trimuspasari sebesar Rp 3,1 miliar.

 

 

DAHULU BUPATI BANGKEP, SEKARANG BUPATI PARIMO
Sebelum melayangkan gugatan kepada Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu, pada 2013, pengusaha Hantje Yohanes juga pernah berurusan hal terkait persoalan kusut uang dengan Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Lania Laosa.

Saat itu, Hantje Yohanes disebut menjadi “korban” perintah Bupati Bangkep Lania Laosa untuk melakukan pengumpulan uang dari sejumlah pengusaha, dengan iming-iming proyek.

Akan tetapi, setelah uang berhasil dikumpulkan oleh Hantje, guliran-guliran proyek tak kunjung datang. Bupati Lania Laosa bahkan disebut mengabai dan mengingkari Hantje Yohanes selaku juru kumpul fulusnya.

Beberapa nama pengusaha yang mengaku telah menyetor sejumlah fulus untuk Laoni Laosa melalui Hantje Yohanes ialah Deny Tanus dan Jufri Katili.

Deny Tanus bahkan memperkarakan Bupati Lania Laosa melalui kuasa hukumnya, OC Kaligis and Associates Advocates and Legal Consultants.

Atas persoalan kusut fulus tersebut, Bupati Bangkep Lania Laosa, bahkan dikabarkan sempat dua kali dipanggil oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng.

Sebelumnya, media ini melansir soal bos TMJ Hantje Yohanes melayangkan gugatan kepadaBupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu. DR Muslim Mamulai SH MH & Associate selaku kuasa hukum Hantje menyatakan keseluruhan dana diperkarakan sebesar Rp5,6 miliiar lebih. Menurut Muslim hal tersebut merupakan perkara pribadi khusus Hantje Yohanes, dan bukan gugatan kontraktor. Muslim Mamulai mengatakan total keseluruhan uang diperkarakan kliennya terhadap pihak Bupati Parimo ialah Rp5,6 miliar lebih. (gwd/ind)

 

BERITA TERKAIT:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest