Begini Akal-Akalan Seleweng Dana Desa Versi ICW

JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap cara lain penyelewengan dana desa selain desa fiktif. Menurut peneliti ICW, Tama Satya Langkun, cara yang paling sering terjadi adalah oknum meminjam dana desa namun tidak dikembalikan.

“Seseorang atau oknum di pemerintahan desa yang pinjam uang menggunakan uang dana desa dan tidak dikembalikan,” kata Tama di Jakarta, Jumat (8/11) lalu.

Tama menambahkan, modus lainnya adalah proyek fiktif.

“Jadi proyeknya tidak dibuat tapi anggarannya keluar,” sesalnya.

Modus lain adalah anggaran ganda atau double budget. Modus ini menganggarkan uang untuk proyek yang sebenarnya sudah rampung.

“Dianggarkan lagi untuk proyek yang sama,” tutur Tama, seperti dikutip dari RMOL.

Untuk diketahui, di tahun 2016-2017, ada 110 kepala desa yang ditangkap karena korupsi. Sedangkan selama 2018 saja, ada 102 yang sudah diciduk.

Tama meminta masyarakat untuk bisa lebih peduli dalam mengawasi penggunaan dana desa.

“Nah, ini menurut saya menjadi masalah-masalah ke depan yang harus diselesaikan untuk mencegah dana desa dikorupsi,” pungkasnya.

 

Selama Tiga Tahun, Ada 212 Kepala Desa Jadi Tersangka Korupsi
Selama tiga tahun, sudah ada 212 kepala desa yang menjadi tersangka kasus penyelewangan dana desa.
Hal ini diungkapkan Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satrya Langkun. Menurutnya, 212 kepala desa menjadi tersangka pada periode 2016-2018.

“Sudah saya sampaikan pada 2016-2017 ada 110 kepala desa. Tahun 2018 akhir kita catat sampai dengan Desember, itu ada sampai dengan 102 tersangka,” kata Tama.

“Berarti sudah 212 kepala desa jadi tersangka, kurun waktu tiga tahun terakhir,” imbuhnya. (RMOL)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest