Ada Pungli di Buka-Tutup Jalan Koridor Kebun Kopi?

“Kami tertahan pada antrian kendaraan di palang pintu buka-tutup di sekitar Karumba, Desa Nupabomba. Namun, mobil kami dan beberapa kendaraan roda empat lainnya bisa dibukakan palang dan melanjutkan perjalanan, jika kami bersedia memberikan uang rokok kepada penjaga palang itu”

PARIMO – Diduga kuat ada praktik pungutan liar (pungli) pada palang pemberlakuan buka-tutup ruas Tawaeli-Nupabomba-Kebun Kopi-Toboli menuju Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Beberapa pengguna jalan mengatakan, bahwa mereka bisa tetap melanjutkan perjalanan, apabila bersedia memberikan ‘uang rokok’ kepada para oknum penjaga palang buka-tutup pada proyek koridor Kebun Kopi.

“Kami tertahan pada antrian kendaraan di palang pintu buka-tutup di sekitar Karumba, Desa Nupabomba. Namun, mobil kami dan beberapa kendaraan roda empat lainnya bisa dibukakan palang dan melanjutkan perjalanan, jika kami bersedia memberikan uang rokok kepada penjaga palang itu”, kata pengemudi kepada Koran Indigo, Minggu, (8/12).

Kata pengemudi, oknum penjaga palang peminta ‘uang rokok tersebut , merupakan warga sipil yang memang selalu bertugas pada penjagaan palang di wilayah Nupabomba itu.

“Kami tertahan dan mengantri sejak sore. Namun, kami diberitahu oleh salahsatu penjaga palang buka-tutup, bahwa kami bisa tetap melanjutkan perjalanan jika memberikan uang sebesar Rp20 ribu ke mereka. Dan, hal itu juga berlaku pada kendaraan lainnya dalam antrian”, katanya.

Tanpa berpikir panjang, kata pengemudi, dirinya dan beberapa pengguna jalan akhirnya menyetujui permintaan pungutan bernada pungli tersebut.

Namun anehnya, lanjut para pengemudi, pada sepanjang jalan ruas ruas Tawaeli-Nupabomba-Kebun Kopi-Toboli, pihaknya justru tidak melihat ada aktivitas pekerjaan pada proyek mengucur dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu.

“Saya dan beberapa sopir kendaraan lainnya akhirnya mengikuti permintaan itu. Kami memang sedang terburu-buru. Akhirnya mereka membuka palang, dan kami bisa meneruskan perjalanan melewati proyek koridor Kebun Kopi”, kata pengemudi asal Kabupaten Morowali tersebut.

“Setelah kami bisa melanjutkan perjalanan, anehnya kami tidak melihat ada aktivitas pekerjaan proyek jalan di sepanjang koridor Kebun Kopi hingga kami tiba di Toboli, Parimo”, katanya lagi.

 

 

JEMI: JIKA ADA PUNGLI, BUKAN BAGIAN PERUSAHAAN

Terkait hal itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 09 Satuan Kerja II PJN XIV Palu, Julian Situmorang masih enggan memberikan tanggapannya.
Jemi Nayoan, salah satu pengusaha mengerjakan proyek koridor Kebun Kopi mengatakan jika memang ada praktik pungutan, maka hal itu bukan bagian atau kebijakan dari perusahaan pelaksana proyek bernilai ratusan miliar tersebut.

“Setahu saya tidak ada praktik pungutan liar di pintu palang kebijakan buka-tutup jalan. Masa jaman sekarang ini masih ada pungutan liar di jalan.

Namun, jika pun hal semacam pungutan benar terjadi, maka hal tersebut bukan bagian dari perusahaan pemenang lelang”, kata boss PT Wasco SP-KSO ini.

Jemi menyebut, ada instansi dan pihak lain dalam ranah pemberlakuan buka-tutup jalan pada koridor Kebun Kopi itu.

Jemi Nayoan juga mengatakan masih diberlakukannya kebijakan buka-tutup, dikarenakan masih ada proses pekerjaan berupa pemasangan jaring dalam ‘menyarungi’ lereng dan bukit-bukit pada ruas Kebun Kopi itu.

“Bukan tidak ada proses pekerjaan saat ini di koridor Kebun Kopi. Namun, pihak PT Tunggal Mandiri Jaya (TMJ) saat ini sedang memasang jaring pada lereng dan bukit. Sehingga, sangat berbahaya jika pengemudi melintas di area pekerjaan tersebut. Makanya masih diberlakukan kebijakan buka-tutup itu”, sebut Jemi Nayoan via telepon genggamnya.

“Buka-tutup masih diberlakukan, itu demi keselamatan para pengguna jalan. Jika tetap melintas maka resikonya sangat besar, yaitu bisa terkena runtuhan bebatuan yang kapan saja bisa bergerak dan menimpa para pengguna jalan yang melintas”, katanya lagi.

Seperti diketahui, dalam kebijakan buka-tutup ruas Tawaeli-Nupabomba-Kebun Kopi-Toboli itu, jalan akan ditutup pada pukul 08 00 pagi hingga 12 00 Wita siang. Lalu, palang dibuka kembali pada pukul 12 00 siang – pukul 14 00 Wita siang.

Kemudian, dari pukul 14 00 siang, jalan ditutup kembali hingga 18 00 Wita, dan dibuka kembali dari pukul 18 00 hingga pukul 20 00 Wita, dan selanjutnya ditutup lagi hingga pukul 24 00 wita.

KORIDOR KEBUN KOPI, MYC BERNILAI RATUSAN MILIAR

Koridor Kebun Kopi merupakan proyek berbiaya APBN 2017 dan 2018 berupa paket dengan total alokasi anggaran senilai Rp197,9 miliar.
Paket pertama, rekonstruksi dan penanganan lereng Nupabomba-Kebunkopi-Toboli sepanjang 6 kilometer senilai Rp123,2 miliar, dihelat PT Wasco SP-KSO.

Sementara paket kedua ialah rekonstruksi dan penanganan lereng Tawaeli-Nupabomba-Kebunkopi-Toboli sepanjang 4 kilometer dikerjakan PT Tunggal Mandiri Jaya (TMJ), senilai Rp74,7 miliar.

Pada 2019, penanganan koridor Kebun Kopi masih dilakukan, dan terdiri dari empat paket yaitu, pertama, berupa rekonstruksi dan penanganan lereng Tawaeli–Nupabomba–Kebonkopi–Toboli II (MYC) senilai Rp111 miliar lebih ditangani oleh PT Bumi Duta Persada (BDP).

Kedua, paket rekonstruksi dan penanganan lereng Tawaeli–Nupabomba–Kebun Kopi–Toboli III senilai Rp122 miliar dihelat PT Istaka Karya (persero).
Ketiga, penanganan longsoran Tawaeli–Nupabomba–Kebun Kopi–Toboli IV ialah senilai Rp35 miliar dikerjakan oleh PT DD Brother Construction (DBS).

Sedangkan paket keempat, penanganan longsoran Tawaeli–Nupabomba–Kebonkopi–Toboli V adalah senilai Rp34 miliar dihandle PT Kurnia Mulia Mandiri (KMM). (ind)

 

 

BERITA TERKAIT:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest