Amburadul, Hasil Kerja CV Saboda Dibongkar Lagi

PARIMO – Amburadul kerja dilakukan CV Saboda pada proyek peningkatan Jalan Mensung SP-Mensung sepanjang 4,20 Km berbandrol DAK Reguler bernilai Rp3,9 miliar mulai terbukti. Dalam reses, anggota legislatif DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menemukan janggal material pada proyek tersebut. Alhasil, ratusan meter kerja CV Saboda pun berbuah pembongkaran kembali.

“Kita menemukan ada masalah pada penggunaan material berupa batu pada pondasi jalan tersebut”, kata anggota DPRD Parimo, Fadli, kepada Koran Indigo, Kamis, (26/12).

Menurut Fadli, terkait janggal material itu dirinya bersama anggota DPRD Parimo Abdul Hanau, beserta perangkat pemerintahan tiga desa di sekitar proyek jalan telah mengundang pihak CV Saboda serta pihak DPUPRP Parimo.

Hasilnya, lanjut Fadli, pihak CV Saboda harus membongkar dan memperbaiki kembali sekitar 1200 meter hasil pekerjaannya tersebut.

“Dalam reses, kami bersama aparat Desa Ogobayas, Mobang dan Desa Gurinda mengundang direksi CV Saboda serta DPUPRP Parimo. Hasil dari pertemuan tersebut, maka CV Saboda wajib memperbaiki dan mengganti material digunakan pada proyek jalan itu. Jalan yang harus dibenahi kembali sekitar 1200 meter” , kata Fadli via telepon genggamnya.

Sebelumnya media ini melansir soal asal-asalan kerja dilakukan CV Saboda pada proyek peningkatan jalan ruas Mensung SP-Mensung senilai Rp3,9 miliar.

Himpunan informasi menyebut, karena leled dalam bekerja, CV Saboda diduga paksakan gelar lapen, walau toleransi kepadatan Lapis Pondasi Agregat Kelas A (LPA), dinilai belum mencukupi dan ditolak oleh direksi teknik proyek jalan.

“Direksi teknik dalam hal ini Tim DPUPRP Parimo setahu saya belum memberikan izin kepada CV Saboda melakukan gelar lapen. Hal itu dikarenakan LPA Jalan Mensung SP-Mensung dinilai belum dalam kepadatan sesuai standar”, kata sebuah sumber kepada Koran Indigo.

Pantauan media ini pada Senin, 4 Nopember 2019, CV Saboda telah melakukan gelar lapen, pada permukaan LPA yang masih belum pada kepadatan sesuai standar pelaksanaan pekerjaan proyek jalan.

“Tidak lolos waktu uji Sandcone itu. Pekerjaan juga leled. Kalau tidak salah CV Saboda seharusnya putus kontrak. Namun, coba konfirmasi pada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Michelle Stiyvan Kamisi”, kata sumber, secara tertutup.

Hasil wawancara di lapangan, juga membenarkan bahwa uji tes menggunakan set Sandcone oleh tim laboratorium DPUPRP Parimo menyatakan bahwa masih ada persoalan pada kepadatan LPA ruas Jalan Mensung SP-Mensung sepanjang 4,20 kilometer tersebut. (gwd/Indigo)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest