10 Persen Sejak Mawardin, 50 Persen Pada ABT

PARIMO– Dugaan adanya praaktik potong fulus SPPD dilingkup Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) telah berlangsung lama. Sumber resmi media ini menyebut pemotongan sebesar 10 persen SPPD berlangsung sejak BKSDM dinahkodai oleh Mawardin. Sedangkan potongan sebesar 50 persen diberlakukan bagi SPPD berbandrol Anggaran Biaya Tahunan (ABT) 2019.

“Kalau potongan sebesar 10 persen diberlakukan sejak BKSDM (dulu bernama BKD) dipimpin oleh Mawardin, dan berlanjut hingga saat ini. Kebijakan pemotongan 50 persen terjadi untuk SPPD dibiayai ABT 2019”, kata sumber, secara tertutup kepada Koran Indigo, Senin, (6/1).

Menurut sumber, SPPD ditawar-tawarkan kepada staf, namun dengan catatan hanya 50 persen diterima oleh staf yang bersedia berangkat.
“Mereka yang menawarkan SPPD-SPPD ke staf.

Namun, dengan catatan hanya 50 persen diterima, 50 persen lainnya mereka potong”, katanya.
Sementara itu, terkait dugaan praktik pemotongan SPPD, Kepala BKSDM Parimo menjabat saat ini, Ahmad Syaiful masih belum bersedia melontarkan tanggapannya.

Sedangkan Sekretaris BKSDM Evi Satriani membantah dugaan praktik penyunatan fulus SPPD dilingkup instansinya itu.

Menurut Evi, sebenarnya bukan dipotong, namun sebagian uang SPPD hanya dikumpulkan, dan dipergunakan untuk biaya lain-lain selama perjalanan.

“Maaf pak Itu tidak benar. Biasanya teman-teman kalau berangkatnya berdua atau lebih, sebagian uang hariannya dikasih kepada yang bersangkutan, dan sebagian lagi dikumpul untuk biaya taksi dan uang makan selama perjalanan”, kata Evi Satriani via telepon pintarnya

“Tapi untuk lebih jelasnya, nanti sy coba konfirmasi ke bidangnya”, kata Evi lagi. (fdl/indigo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest