Culas, Kades Bugis Ditengarai Fiktifkan Barang

PARIMO– Culas, Hafid Kepala Desa (Kades) Bugis, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) baru akan mau serahkan item proyek Dana Desa anggaran 2018 kepada warganya di Desember 2019. Selain itu, Hafid juga ditengarai memainkan fulus pengadaan tabung gas elpiji bagi Bumdes yang bermuara pada pengadaan fiktif barang.

“Nanti saya mau ambilkan di toko barang-barang itu”, kata Kades Bugis, Hafid, ketika dikonfirmasi wartawan Koran Indigo soal beberapa item barang berbiaya DD 2018 yang belum diadakan dan diserahkan kepada warganya, Minggu, (29/12).

Hafid mengakui bahwa pihaknya tidak mengadakan beberapa item barang bagi kegiatan pengembangan dan pemeliharaan jamban senilai Rp136 juta berbiaya DD 2018.

Selain itu, Hafid juga ditengarai bertanggung jawab pada praktik fiktif pengadaan tabung gas elpiji dan alat musik pada penyertaan modal Bumdes atau BUMD Desa Bugis 2018.

“Pengadaan tabung gas elpiji senilai Rp25 juta lebih sampai masuk tahun 2020 belum diadakan. Begitu juga dengab pengadaan organ tunggal (electone) Rp20 juta, tidak jelas penggunaannya. Barang yang nampak dari pengadaan 2018 hanya genset”, kata sumber kepada Koran Indigo.

Fitriani, bendahara bumdes Bugis berdalih bahwa pengadaan tabung gas elpiji Desa Bugis terkendala surat izin yang belum tersedia, dan juga karena ada aparat Desa Bugis meminjam fulus Bumdes tersebut.

“Pengadaan tabung gas Bumdes belum terlaksana karena izin penjualan tabung gas elpiji masi belum ada. Masalah lain adalah karena uang Bumdes dipinjam oleh aparat desa, itu semua yg membuat permasalahan ini dn tidak terlaksananya pengadaan tabung gas itu”, jelas Fitriani.

Sedangkan, terkait pengadaan organ tunggal, lanjut Fitriani, telah dialihkan pada belanja perlengkapan perpustakaan desa.

Fitriani juga membeber, bahwa Hafid, Kades Bugis gemar meminjam uang desa, dan ada yang belum dikembalikan oleh Hafid hingga saat ini.

“Pak Kades juga pernah pinjam uang hasil penjualan pupuk Bumdes tahun anggaran 2017. Beberapa kali pinjam, sampai sekarang belum dikembalikan, padahal pak kades janji akan kembalikan pada 2018 silam”, bebernya.

Terkait dugaan pengaadaan tabung gas fiktif Bumdes, Hafid secara polos mengakui hal tersebut. Senada dengan Fitriani, menurut Hafid kegiatan pengadaan tabung gas Bumdes, terkendala karena belum terbitnya surat izin.

“Bukan fiktif, tapi terkendala dengan belum terbitnya surat izin”, kata Hafid.

Sedangkan soal ada aparat meminjam fulus Bumdes, Hafid menyebut bahwa aparat desa bersangkutan telah mengembalikan dana tersebut.(M Rifai / Indigo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest