Dugaan Sunat SPPD, Aksi Tipu Kamar Hotel BKSDM

PARIMO– Praktik sinyalir pemotongan biaya Surat Perinyah Perjalanan Dinas (SPPD) di lingkup Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) semakin terkuak. Sumber resmi media ini menyatakan selain ada praktik potong fulus, oknum-oknum BKSDM juga disebut melakukan aksi tipu-tipu mark up kamar menginap.

“Jika Sekretaris BKSDM Parimo beralasan bahwa potongan SPPD digunakan untuk menginap ongkos taksi dan lainnya, maka itu pernyataan bohong. Sebab, rata-rata hotel tempat kegiatan sudah tanggung menginap”, kata sumber yang merupakan pegawai lingkup Pemda Parimo, Minggu, (5/1).

Kepala BKSDM Ahmad Syaiful (kiri), Sekretaris Daerah Ardi Kadir (tengah), dan Sekretaris BKSDM Parimo, Evi Satriani.

Menurut dia, para oknum di BKSDM Parimo juga gemar melakukan aksi tipu-tipu gelembung harga (mark up) tagihan kamar hotel, pada kegiatan berlangsung.

“Nah, hasil mark up kamar hotel apa tidak cukup untuk biaya taksi para pegawai yang dapat SPPD.Hasl mark up hotel mereka ambil juga. Ini sungguh memuakkan”, beber sumber, secara tertutup kepada Koran Indigo.

Sebelumnya, Sekretaris BKSDM Parimo, Evi Satriani membantah dugaan praktik penyunatan fulus SPPD itu.

Menurut Evi, sebenarnya bukan dipotong, namun sebagian uang SPPD hanya dikumpulkan, untuk biaya lain-lain selama perjalanan.

“Maaf pak Itu tidak benar. Biasanya teman-teman kalau berangkatnya berdua atau lebih, sebagian uang hariannya dikasih kepada yang bersangkutan, dan sebagian lagi dikumpul untuk biaya taksi dan uang makan selama perjalanan”, kata Evi Satriani via telepon pintarnya

“Tapi untuk lebih jelasnya, nanti sy coba konfirmasi ke bidangnya”, katanya lagi.

Sinyalemen praktik sunat fulus pada biaya SPPD pada BKSDM Parimo mencuat. Nilai pemotongan setiap SPPD pada instansi saat ini dipimpin oleh Ahmad Syaiful mencapai 10 hingga 50 persen.

“BKSDM Parimo saat ini sangat sadis. Ada pemotongan sebesar 10 persen pada setiap SPPD. Sebenarnya hal-hal seperti ini sungguh memuakkan”, beber sebuah sumber, secara tertutup, kepada Koran Indigo, Sabtu, (5/1).

Bahkan, di BKSDM Parimo pemotongan SPPD disebutkan mencapai 50 persen diberlakukan pada pegawai honorer. (ind)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest