Dugaan Sunat SPPD, Sekretaris BKSDM Salah Jawab?

PARIMO– Pernyataan Sekretaris Badan Kepegawaia dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Evi Satriani, terkait dugaan aksi sunat fulus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) disebut sebagai jawaban ngawur. Sumber menuding Sekretaris BKSDM Evi Satriani telah salah jawab.

“Sekretaris BKSDM Parimo Evi Satriani telah salah pernyataan. Dia (Evi Satriani) salah jawab”, kata sumber, secara tertutup kepada Koran Indigo, Minggu, (5/1).

Menurut sumber, potongan sebesar 10-50 persen SPPD dilakukan oleh oknum-oknum lingkup BKSDM Parimo, tidak sebanding dengan biaya makan dan ongkos taksi para staf dan pehawai selama perjalanan.

“Berapa nilai uang makan dan ongkos taksi para pegawai yang berangkat, jika dibandingkan potongan 50 persen yang diberlakukan”, katanya.

Kata sumber, alasan dilontarkan Sekretaris BKSDM Parimo Evi Satriani merupakan jawaban kikuk, karena belangnya mulai ketahuan.

Evi Satriani

“Salah jawab dan hanya akal-akalan saja. Ongkos taksi dari bandara ke hotel, dan sebaliknya, memang ditanggung pegawai yang berangkat, namun, oknum-oknum BKSDM kan melakukan mark up harga kamar hotel. Dan kalau alasannya bahwa 50 persen dikumpulkan untuk keperluan tersebut, kan uang hasil tipu-tipu kamar hotel sudah lebih dari hanya ongkos taksi sebenarnya”, bebernya.

Aksi tipu-tipu tarif kamar hotel, kata sumber, biasa dilakukan saat ada SPPD berupa kunjungan pengurusan ke kementrian atau lembaga.

“Bayangkan saja, sudah dipotong 50 persen, pegawai dikasih menginap berdua di kamar hotel dengan tarif Rp250 ribu per malamnya. Tapi lembar tagihan mereka minta yang harga Rp450 ribu. Jadi, janganlah terlalu banyak alasan berbelit-belit. Ini bukan hitungan uang-uang berjumlah besar. Mudah kok dirinci”, kata sumber.

Sebelumnya, Skretaris BKSDM Parimo, Evi Satriani membantah dugaan praktik penyunatan fulus SPPD dilingkup instansinya.

Menurut Evi, sebenarnya bukan dipotong, namun sebagian uang SPPD hanya dikumpulkan, kemudian dipergunakan untuk biaya lain-lain selama perjalanan.

“Maaf pak Itu tidak benar. Biasanya teman-teman kalau berangkatnya berdua atau lebih, sebagian uang hariannya dikasih kepada yang bersangkutan, dan sebagian lagi dikumpul untuk biaya taksi dan uang makan selama perjalanan”, kata Evi Satriani via telepon pintarnya

“Tapi untuk lebih jelasnya, nanti sy coba konfirmasi ke bidangnya”, kata Evi lagi. (fdl/indigo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest