Ini Bukti PPTK SIKIM Lakukan Jual-Beli Proyek

Narjan Djibran. (Foto: FbNarjanDjibran)

PARIMO– Pejabat Penanggung Jawab Kegiatan (PPTK) proyek pembangunan kawasan Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah (SIKIM) Parigi Moutong (Parimo), Narjan Djibran, secara jelas menyatakan dirinya terlibat dalam pengerjaan proyek kontraktual. Bahkan, sebuah bukti membeber, selaku pejabat, Narjan melakukan praktik jual-beli proyek pemerintah.

Dalam percakapan aplikasi whatsapp diterima Koran Indigo, PPTK Narjan Djibran menyatakan telah menjual proyek kontraktual pembangunan taman (landscape) kawasan SIKIM senilai Rp274 juta miliknya ke pihak lain.

Narjan beralasan, dirinya sedang memerlukan uang untuk membayar pengacaranya. Berdasar informasi, Narjan Djibran tengah menghadapi sidang gugatan dari seorang wanita.

“Waalikumsallam. Tidak ada apa-apa. Kita sudah jual sama teman itu (proyek pembuatan taman kawasan SIKIM), karena kemarin kita (saya) butuh uang untuk bayar pengacara. Apa sudah mendesak (minta bayaran) terus dia (pengacara)” , ungkap Narjan Djibran.

“Tau jow (tahu kan? seperti apa)  (menyebut nama seorang pengacara) kalau sudah minta uang. Macam-macam dia ( menyebut nama seorang pengacara) bilang”, kata Narjan lagi.

 

Obrolan Narjan Djibran itu menjawab seseorang yang nampaknya cukup dekat dengan Narjan dan menanyakan hal mengapa pihaknya tidak lagi dilibatkan pada pengerjaan proyek pembuatan taman (landscape) kawasan SIKIM kepunyaan Narjan.

Orang tersebut mengatakan bahwa dirinya adalah pihak yang pertama diperintah Narjan Djibran mencarikan perusahaan pinjaman untuk dimenangkan di ULP, hingga mengurusi bahan dan material digunakan pada proyek taman.

Namun, di tengah perjalanan pengerjaan proyek, tanpa alasan jelas, Narjan tiba-tiba saja menggantikan orang tersebut dengan pihak lain.

“Asalamualaikum. Ibu, sebenarnya dari dulu saya mau bertanya sama ibu (Narjan Djibran), ada apa dan kenapa saya dihindarkan dan tidak lagi dilibatkan dalam proyek taman. Padahal dari awal mencari perusahaan untuk disewa dan agar dimenangkan di ULP, sampai mengurusi pembelian kastin, pohon dan angkut material proyek taman saya masih dipakai (disuruh). Namun, ketika proyek mulai berjalan, mengapa saya disingkirkan”, ungkap seseorang dalam obrolan dengan Narjan Djibran itu.

Sebelumnya, media ini melansir PPTK proyek kawasan SIKIM Parimo, Narjan Djibran disebut-sebut ‘nyambi’ menjadi kontraktor. Narjan, selaku PPTK disinyalir mengerjakan proyek kontraktual pembuatan taman (landscape) senilai Rp274 juta, bahkan melakukan praktik jual beli proyek. (FDL/Indigo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest