Persoalan Fulus, Proyek IPAL Kombinasi MCK Terancam Bongkar

PARIMO – Proyek pembangunan baru Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) kombinasi Mandi Cuci Kakus (MCK) di Desa Bugis Utara, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) bermasalah. Kegiatan senilai Rp456 juta sarat korupsi berlabel DAK Afirmasi 209 itu terancam dibongkar oleh teknisi dan pihak perusahaan pemasok barang.

Sumber resmi Koran Indigo, secara tertutup membeber, perusahaan pemasok barang beserta teknisi asal Ibukota Jakarta mengancam bakal membongkar bangunan instalasi IPAL kombinasi MCK, karena persoalan belum lunas bayar fulus dilakukan bos CV Timbo Raya, Husen Alamri alis Abah Cen.

Kata sumber, para teknisi dari pihak perusahaan telah melayangkan surat resmi ke pihak DPUPRP Parimo dan kontraktor pelaksana yaitu CV Timbo Raya.

“Pihak perusahaan beserta teknisi sudah menyurat resmi. Empat hari ke depan ini, mereka (Perusahaan beserta teknisi) menunggu itikad baik pelunasan fulus dari Abah Cen”, kata sumber yang merupakan orang dalam internal DPUPRP Parimo, Sabtu, (18/1).

Selain pihak CV Timbo Raya, Irhan, salah satu kontraktor lokal Parimo membenarkan soal beberapa perusahaan lokal Parimo mengerjakan paket pembangunan instalasi IPAL kombinasi MCK, tengah bermasalah dengan perusahaan pemasok barang proyek-proyek tersebar di wilayah uatara dan selatan Parimo tersebut.

“Kalau saya punya paket PL, hanya senilai Rp199 juta. Proyek saya di Desa Gurinda, Kecamatan Mepanga. Kami ada kekurangan bayar dengan pihak perusahaan-teknisi asal Jakarta. Kami nombok senilai Rp30 juta”, kata Irhan, atau akrab disapa Nyong itu via telepon genggamnya.

Terkait hajatan Ipal dan MCK, dua pejabat DPUPRP Parimo yaitu Fadlun dan I Nyoman Adi diinformasikan tengah diperiksa oleh Inspektorat Parimo. Fadlun dan Nyoman Adi, disebut-sebut terlibat ‘main mata’ raup untung besar pada kegiatan tersebut.

Bos CV Timbo Raya, Abah Cen ogah tanggapi bau busuk mendera proyek kepunyaan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Parimo saat ini dinahkodai oleh Arifin Ahmat selaku kepala dinas.

Abau Cen disebut-sebut merupakan kerabat dekat dari besan Bupati Parimo itu tersangkut persoalan puluhan juta fulus pada kegiatan disinyalir sarat korupsi dan bagi-bagi fee proyek berlabel DAK Afirmasi 2019 itu. (gwd/Indigo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest