PPTK SIKIM Disinyalir ‘Nyambi’ Kontraktor

Narjan Djibran. (Foto: FB Narjan Djibran)

PARIMO– Bau tak sedap berhembus dari proyek Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah (SIKIM) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Pejabat Penanggung jawab Teknis Kegiatan (PPTK), disinyalir ‘nyambi’ jadi kontraktor. Dengan cara meminjam perusahaan pihak lain, Sang PPTK ditengarai ikut mengerjakan proyek kontraktual pembuatan taman (landscape) senilai Rp274 juta pada kompleks industri tersebut.

Sebuah sumber menyebut, PPTK proyek SIKIM sekaligus Kabid Industri Hasil Hutan, Kerajinan, Logam, Mesin dan Aneka Alat Angkut Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Parimo, Narjan Djibran terindikasi mengerjakan paket kontraktual pembuatan taman (landscape) senilai Rp274 juta.

Narjan, dalam memuluskan niatnya, kata sumber, menggunakan perusahaan milik pengusaha asal Kota Palu, yaitu CV Tri Sejahtera.

“Saya adalah orang yang mencarikan perusahaan untuk Ibu Djibran. Saya pula orang yang awalnya dipercaya oleh Ibu Narja Djibran untuk mengawasi paket Landscape-nya itu. Namun, entah karena apa, ditengah perjalanan saya diganti oleh orangnya Ibu Narjan, asal Makassar”, kata sumber, secara tertutup kepada Koran Indigo, Kamis, (2/1).

Selain itu, sumber juga menyebut bahwa upah beberapa pekerja dalam proyek pembuatan taman SIKIM itu belum dibayarkan oleh Narjan Djibran hingga saat ini.

Bahkan, pada Kamis, 02 Januari 2019, kata sumber, ada pekerja yang akhirnya naik pitam, karena upah jasanya mengawasi proyek taman diduga milik Narjan Djibran itu tidak kunjung dibayarkan.

“Orang yang disuruh kerja oleh Ibu Narjan pada proyek pembuatan taman, ada yang hingga saat ini belum dibayarkan upah kerjanya. Padahal, waktu menyuruh, Ibu Nardjan Djibran jemput-jemput di rumahnya itu tukang”, beber sumber.

Masih menurut sumber, dirinya pernah menanyakan hal terkait jasanya dalam pekerjaan pembuatan taman itu langsung kepada Narjan Djibran.

Namun, saat itu, lanjut sumber, Narjan Djibran mengatakan bahwa proyek pembuatan taman SIKIM senilia Rp274 juta itu telah ia jual ke pihak lain.

“Saya pernah mencoba tanyakan langsung ke Ibu Narjan, mengapa saya tiba-tiba digantikan orang lain, dan terkait upah yang belum dibayarkan ke kami. Namun, menurut beliau, proyek pembuatan taman itu sudah ia jual ke pengusaha lain”, kata sumber.

“Anehnya, pada lain kesempatan, pernyataan Ibu Narjan berubah. Narjan Djibran tiba-tiba mengatakan bahwa uang hasil proyek taman itu sudah habis untuk bayar pengacaranya, terkait kasus hukum yang saat ini dihadapi Ibu Narjan Djibran”, katanya lagi.

Wayan Sumarya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek SIKIM Parimo menyatakan tidak tahu menahu soal dugaan PPTK kegiatan terlibat dalam pengerjaan salah satu proyek di SIKIM.

“Saya malah baru dengar soal ini (PPTK kerja proyek). Saya tidak tahu menahu soal hal-hal seperti itu. Saya ini hanya bekerja sesuai prosedur dan aturan saja selama ini”, kata Wayan Sumarya.

Sementara itu, pengusaha asal Kota Palu yang perusahaannya (CV Tri Sejahtera) disebut-sebut dipinjam oleh Narjan Djibran, masih enggan memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi.

Pengusaha bernama Koko Tri ini, enggan menjawab pertanyaan wartawan via telepon genggamnya.

Demikian pula dengan Narjan Djibran, masih belum mau melontar kata soal isu mengarah ke dirinya tersebut.

Kabid Industri Hasil Hutan, Kerajinan, Logam, Mesin dan Aneka Alat Angkut Perindag Parimo sekaligus PPTK proyek SIKIM, Narjan Djibran nampak masih diam seribu bahasa walau berkali-kali wartawan mencoba menghubungi nomor telepon genggamnya yang nampak aktif. (indigo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest