Proyek Lampu Taman SIKIM Sarat Korupsi

Rinto Harun

PARIMO – Proyek pengadaan dan pemasangan lampu penerangan taman kompleks Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah (SIKIM), Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) ditengarai sarat korupsi. Gelembung harga (mark up) dan rekayasa barang pengadaan diduga kuat terjadi pada proyek senilai Rp355 juta tersebut. Pihak CV Citra Baru selaku rekanan disinyalir sebagai biang atas indikasi rasuah pada hajatan milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) itu.

Sebuah sumber menyebut, pengadaan 16 tiang, panel solar cell (panel surya) dan 22 lampu Light Emitting Diode (LED) outdoor tenaga surya dilengkapi sensor gerak bagi penerangan taman SIKIM Parimo merupakan barang rakitan ala CV Citra Baru. Sehingga, lampu-lampu penerang bagi taman kopmpleks SIKIM itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Karena hanya dirakit dan sarat mark up harga barang pengadaan, maka lampu-lampu LED tenaga surya plus sensor gerak itu menjadi tidak berfungsi. Seharusnya bukan seperti itu”, kata sumber, secara tertutup, kepada Koran Indigo, Rabu, (8/1).

Lebih jauh sumber membeber, dengan tinggi tiang 7 dan 9 meter, otomatis sensor gerak lampu-lampu LED taman SIKIM itu tidak dapat berfungsi. Pasalnya, lampu-lampu LED ‘murahan’ diadakan oleh CV Citra Baru hanya memiliki jangkaun sensor gerak sejauh 6 meter.

“16 tiang lampu yang diadakan tingginya 7 dan 9 meter, namun lampu LED taman yang dibeli hanya memiliki kemampuan jangkauan sensor gerak sejauh 6 meter. Mana bisa berfungsi. Sensor gerak, dikendalikan secara optik, lampu-lampu ini seharusnya akan otomatis menyala ketika mendeteksi pergerakan”, bebernya.

Kata sumber, 22 buah lampu taman LED saat ini terpasang di taman SIKIM, merupakan lampu LED ‘murahan’ dan terindikasi menyalahi spesifikasi. Puluhan lampu-lampu LED outdoor itu, kata dia, hanya seharga Rp540 ribu, dibeli via transaksi online oleh orang-orang CV Citra Baru.

“Itu kan lampu LED 60 watt murahan. Harganya hanya senilai Rp540 ribu per mata lampu. Dibeli secara online pada sebuah penyedia produk-produk LED taman beralamat di Plaza Kenari Mas, Jakarta. Seharusnya untuk jenis LED untuk penerangan taman harga termurahnya adalah Rp4 juta per lampu”, katanya.

“Lampu LED penerang taman yang ada saat ini, adalah jenis LED 4 in 1 yang dirubah ke bentuk 3 in 1 oleh CV Citra Baru. Praktik seperti itu kan rekayasa, mengakali uang daerah namanya. Proses perakitan lampu-lampu taman ini dilakukan di sebuah bengkel terletak di Kota Parigi”, kata sumber lagi.

Sumber menjelaskan, panel surya pada lampu penerang taman SIKIM hasil rakitan ala CV Citra Baru tersebut juga tidak terkoneksi dengan aki atau baterai bagi sistem panel surya.

“Ada banyak tipe baterai, namun ada tipe-tipe baterai yang sesuai dan ada yang tidak sesuai untuk sistem panel surya. Karena pihak rekanan hanya merakit secara asal, tanpa paham teorinya, maka panel surya pada penerang taman SIKIM tidak terkoneksi ke baterai. Mereka (CV Citra Baru) hanya memasang kabel begitu saja, seolah-olah berfungsi”, jelas sumber yang memang berkecimpung dalam lingkup kelistrikan tersebut.

Kepala Dinas Peindag Parimo, Amir Syamsudin mengaku tidak tahu menahu soal indikasi korupsi berupa mark up harga dan rekayasa barang terjadi pada proyek pemasangan lampu taman SIKIM itu.

“Saya malah baru mendengar informasi soal itu (dugaan mark up harga proyek lampu taman)”, kata Amir Syamsudin dari balik telepon genggamnya.

Amir Syarifudin mengatakan, akan segera memanggil pihak-pihak mengelola proyek senilai Rp355 juta lebih berlabel DAK 2019 tersebut.

Amir juga mengarahkan wartawan agar melakukan konfirmasi soal proyek lampu taman kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan yaitu Wayan Sunarya.

“Jika ada hal seperti itu, saya akan panggil semua pihak terkait proyek pengadaan dan pemasangan lampu taman SIKIM itu. Kalau untuk teknis proyek, mungkin teman-teman wartawan bisa konfirmasi dengan PPK”, kata Amir Syamsudin.

Sementara itu, Rinto Harun boss CV Citra Baru mengaku belum dapat memberikan tanggapan secara lengkap. Rinto menyatakan dirinya tengah dalam perjalanan menuju Provinsi Gorontalo untuk menjenguk salah satu kerabatnya yang sedang sakit.

Namun boss CV Citra Baru ini menyatakan bahwa pihaknya telah mengerjakan sesuai spesifikasi dan RAB proyek pengadaan dan pemasangan lampu taman SIKIM tersebut.

“Maaf saya belum dapat memberikan tanggapan soal itu (proyek lampu taman SIKIM). Sebab saya sedang dalam perjalanan ke Gorontalo menjenguk tante saya yang sedang sakit. Tapi bapak (wartawan) liat saja RAB proyek lampu taman SIKIM. Hanya itu yang dapat saya sampaikan”, kata kontraktor Rinto Harun melalui aplikasi whatsapp.

(gwd/indigo)

 

BERITA TERKAIT:

Ini Bukti PPTK SIKIM Lakukan Jual-Beli Proyek

PPTK SIKIM Disinyalir ‘Nyambi’ Kontraktor

Selain ‘Nyambi’ Kontraktor, PPTK SIKIM Diduga ‘Dagang’ Proyek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest