Soal IPAL-MCK, Kabid CK Ditengarai Arahkan Rekanan

PARIMO– Proyek pembangunan baru Instalasi Pengelolaa Air Limbah (IPAL) kombinasi Mandi Cuci Kakus (MCK) tersebar di wilayah Utara dan Selatan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menyisakan masalah. Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya (CK) Dinas PUPRP Vadlon Basir (Ralat: sebelumnya redaksi menuliskan Kabid CK sebagai Fadlun Ervin Poluan), ditengarai arahkan rekanan untuk membeli barang kebutuhan proyek ke pihak perusahaan penyedia, yaitu PT Cahaya Mas Cemerlang (CMC).

Menurut sumber, harga-harga tertera pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek IPAL kombinasi MCK sangat tidak masuk akal, bahkan mencapai 60 persen dari nilai kontrak. ( Soal IPAL-MCK, Kabid CK Ditengarai Arahkan Rekanan )

“Harga barang-barang untuk keperluan proyek MCK seperti septictank, terlalu mahal. Mencapai 60 persen dari nilai kontrak”, kata sumber yang merupakan pengusaha lokal Parimo, secara tertutup, kepada Koran Indigo Senin, (20/1).

Selain ada kemahalan harga, para rekananan mengerjakan proyek pembangunan IPAL kombinasi MCK, terkesan diarahkan dan dipaksa agar membeli ke salahsatu perusahaan penyedia, yaitu CMC.

“RAB sangat tidak masuk akal. Ada kesan bahwa rekanan-rekanan dipaksa dan diarahkan harus membeli barang ke pihak CMC oleh Kabid Cipta Karya, Vadlon”, katanya.

“Padahal ada barang-barang yang kualitasnya juga baik, dengan harga lebih rendah, dukungan pabriknya lengkap, tapi dia (Vadlon) malah tidak menerima dan menggunakan perusahaan tersebut sebagai penyedia baranf”, katanya lagi.

Dalam praktik dugaan mengarahkan rekanan ke pihak CMC, kata sumber, Vadlon disebut menggunakan alasan bahwa hal itu merupakan perintah dari Bupati Parimo, Samsurizal Tombolotutu.

Walau sebenarnya, kata sumber, Bupati Samsurizal tidak tahu-menahu soal hal itu.

“Kabid Cipta Karya, Vadlon selalu menyatakan bahwa kebijakan soal harus belanja ke CMC, merupakan perintah dari Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu. Padahal Bupati Samsurizal sama sekali tidak tahu menahu soal hal tersebut. Makanya Vadlon sempat kena marah oleh Pak Bupati”, bebernya.

“Pokoknya semua rekanan mengerjakan proyek pembangunan IPAL kombinasi MCK diarahkan oleh Ibu Vadlon. Semua rekanan di komando agar menghubungi dan berurusan langsung dengan CMC”, beber sumber lagi.

Selain Vadlon, pejabat Dinas PUPRP Parimo lainnya, yaitu Nyoman Adi Susmanta juga disebut-sebut ikut terlibat ‘main’ dalam soal pengarahan para rekanan mengerjakan proyek IPAL kombinasi MCK ke pihak CMC. I Nyoman Adi Susmanta merupakan bekas Kabid CK Dinas PUPRP yang saat ini telah duduk sebagai Sekretaris BPBD Parimo.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPRP Parimo, Vadlon Basir bersama Sekretaris Dinas BPBD, I Nyoman Adi Susmanta.

Sementara itu, Vadlon membantah keras soal isu keterlibatan dirinya pada soal pengarahan-pengarahan rekanan ke pihak tertentu itu.
“Kalau ada yang mengatakan bahwa saya, selaku Kabid memerintah, mengarahkan dan terkesan memaksa para rekanan agar belanja keperluan proyek MCK ke pihak CMC, apa dasar dan bukti bahwa saya telah berbuat seperti itu”, kata Vadlon melalui sambungan telepon selulernya.

Vadlon mengatakan, selaku Kabid, dirinya tidak mempunyai keterkaitan dan hubungan dengan pihak CMC selaku perusahaan penyedia barang bagi pihak ketiga

“Bukan urusan saya untuk perintah-perintah rekanan. Saya tidak punya wewenang soal itu. Saya Kabid, bukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Bukankah para rekanan sendiri yang berurusan langsung dengan perusahaan. Rekanan yang lakukan nego”, katanya.

Vadlon juga menyatakan, saat ini dirinya tengah diperiksa oleh Inspektorat Parimo, terkait proyek IPAL kombinasi MCK tersebut.

“Kami saat ini sedang diperiksa oleh inspektorat terkait hal proyek pembangunan IPAL kombinasi MCK, jadi kita tunggu saja hasil pemeriksaan”, pungkasnya.

Sebelumnya media ini melansir soal bangunan IPAL kombinasi MCK di Desa Bugis Utara, Kecamatan Mepanga yang terancam bakal dibongkar.

Ancaman pembongkaran tersebut dikarenakan kontraktor pelaksana proyek, yaitu CV Timbo Raya belum melunasi pembayaran barang-barang dan tenaga teknisi pihak CMC selaku perusahaan dipilih dalam hajatan itu. (Rfi/indigo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest