Indikasi Manipulasi, Proyek Air Baku BWSS III Pakai Perusahaan Pinjaman

PARIMO – Proyek rehabilitasi unit air baku Tinombo milik Balai Wilayah Sungai Sulawesi  III (BWSS III) Sulteng  di wilayah Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menyisakan persoalan. Penelusuran wartawan mendapati, bahwa CV Karsa Mandiri Jaya merupakan kepunyaan Cristian Selleng, namun, perusahaan tersebut dipinjam-pakaikan kepada pengusaha bernama Hasan dan Erik Agan.

Kepada wartawan, Cristian Selleng menyatakan bahwa perusahaan miliknya itu dipinjam pakai oleh orang bernama Hasan. Menurutnya, Hasan diketahui sebagai kuasa usaha, dan Erik Agan merupakan pihak pelaksana dalam proyek senilai Rp3,7 miliar tersebut.

“Hasan ini yang tanda tangan terkait peminjaman CV Karsa Mandiri Jaya”,  kata Cristian Selleng atau kondang disapa Theo, via whatsapp, baru-baru ini.

Theo, selaku pihak pemilik perusahaan juga mengarahkan agar wartawan melakukan konfirmasi kepada pihak meminjam perusahaannya, yaitu Hasan dan Erik Agan.

Namun, Hasan menyatakan bahwa dirinya tidak tahu-menahu soal proyek air baku di wilayah Tinombo, Parimo dan kaitannya dengan Darwis Tandi. Kepada wartawan, Hasan juga mengaku dirinya tidak pernah pinjam perusahaan kepada pengusaha Theo.

“Saya tidak tahu itu”, tegas Hasan dari balik telepon genggamnya.

Sedangkan Erik Agan, masih enggan melontar komentar dan mengangkat ponsel cerdasnya, walau terdengar nada aktif ketika wartawan mencoba melakukan konfirmasi ke nomor Erik Agan yang diberikan oleh Theo, si empunya CV Karsa Mandiri Jaya.

Proyek rehabilitasi unit air baku Tinombo dan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kepunyaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp3,7 miliar ditengarai sarat korupsi. Hal adanya dugaan praktik curang dan manipulasi, dibeberkan oleh salahsatu pekerja yaitu Darwis Tandi.

Darwis, tukang yang mengerjakan pembuatan intake air baku hajatan tersebut hingga saat ini masih memiliki sisa uang hasil keringatnya yang belum terbayarkan oleh rekanan, dalam hal ini pihak CV Karsa Mandiri Jaya (Hasan dan Erik Agan).

Akibatnya, sang tukang pun akhirnya membeberkan kebrobrokan pekerjaan paket tersebut, yaitu bahwa material digunakan ‘abal-abal’ dan penuh manipulasi.

Darwis Tandi menyatakan berani bersaksi dan bahkan membuat baliho ukuran 2x1meter dan berpose dengan maksud untuk diviralkan di medsos, terkait hal ketidakadilan menimpa dirinya.

Baliho tersebut berisi tentang perusahaan pelaksana, pekerjaan yang dia lakukan disertai foto, dan material ia sebut abal-abal terindikasi tidak sesuai dengan bestek dan petunjuk teknis lapangan di dalam pembuatan intake dengan item pekerjaan pengecoran grosir, sayap, pir dan pembesian proyek air baku mengucur via BWSS III Sulteng. (Chaly/Indigo)

 

BERITA TERKAIT:

Proyek Air Baku Tinombo Ditengarai Sarat Manipulasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest