Proyek Air Baku Tinombo Ditengarai Sarat Manipulasi

PARIMO – Proyek rehabilitasi unit air baku Tinombo dan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kepunyaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp3,7 miliar ditengarai sarat korupsi. Hal adanya dugaan praktik curang dan manipulasi, dibeberkan oleh salahsatu pekerja pada hajatan dimenangkan CV Karsa Mandiri Jaya (KMJ) itu.

Darwis (58), kepala tukang proyek mengucur via SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air WS Palu Lariang-WS Parigi Poso dan WS Kaluku-Karama BWSS III Sulawesi, mengatakan pengerjaan rehabilitasi air baku oleh CV KMJ dipenuhi praktik curang dan manipulasi.

Praktik curang itu, kata Darwis, diantaranya CV KMJ tidak menggunakan material berupa batu pecah seperti termuat dalam kontrak paket itu.

Pihak CV KMJ, menurut Darwis, justru menggunakan material batu-batu biasa yang diambil secara gratis di lokasi pekerjaan, yaitu di Desa Lombok, Kecamatan Tinombo.

“Saya selaku kepala tukang, dipaksa bekerja siang dan malam, karena dikejar waktu. Pihak CV KMJ tidak lagi menggunakan batu pecah dalam mengerjakan proyek rehabilitasi air baku itu. CV KMJ hanya gunakan batu yang ada di lokasi pekerjaan, dan  membayar upah harian kepada orang-orang sekitar untuk mengumpulkan batu”, kata Darwis, Minggu, (31/1).

Masih menurut Darwis, pihak CV KMJ juga memerintahkan dirinya untuk memanipulasi kubus-kubus sample dikirim dan diperiksa di laboratorium proyek rehabilitasi unit air baku tersebut.

Kata Darwis, dirinya diperintah membuat 10 buah kubus beton menggunakan campuran yang benar dan sesuai keteknisan, berlawanan dengan penggunaan material pada pekerjaan yang ada.

“Saya disuruh buat 10 campuran beton untuk dikirim ke laboratorium oleh pihak CV KMJ. Beton-beton yang akan diperiksa di laboratorium itu, saya disuruh menggunakan material yang benar-benar bagus, agar laboratorium terkecoh”, bebernya.

Sedangkan untuk memanipulasi pekerjaan cor, menurut Darwis, dirinya selaku kepala tukang diperintahkan membuat tong-tong menggunakan material sesungguhnya, agar nampak benar saat dijadikan dokumentasi.

“Saya disuruh membuat tong-tong pengecoran menggunakan batu pecah dan campuran material sesungguhnya. Lalu, tong-tong itu saja yang bolak-balik diambil foto sebagai dokumentasi”, kata Darwis, kepala tukang proyek unit air baku Tinombo yang mengaku keringatnya tidak dibayar oleh CV KMJ itu.

Darwis juga menyatakan bersedia membuktikan semua praktik curang dan manipulasi pada proyek tersebut.

Darwis menyebut-nyebut pengusaha bernama Gultom sebagai orang menggunakan CV KMJ dan mempekerjakannya.

Kepala Satuan Kerja (Satker) membawahi hajatan disinyalir sarat kecurangan itu, Zulfikar, belum dapat dihubungi untuk dimintai tanggapannya. Nomor kontak milik Zulfikar, nampak sudah tidak aktif lagi.Begitu pula dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) kegiatan tersebut, yaitu Elyeser. (gwd/indigo)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest