Didanai Uang Bencana, Proyek Sekolah Sarat Korupsi

PARIMO– Pekerjaan rehabilitasi pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres 3 Palasa, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), nampak amburadul. Kuat dugaan, ada praktik berbau korupsi pada proyek bantuan pasca gempa senilai Rp1,2 miliar itu.

“Ada 15 persen keluar dari keseluruhan anggaran. Kepala sekolah (Kepsek) dapat bagian 5 persen, sementara sisanya ke pihak berwenang di atasnya lagi”, kata sebuah sumber, secara tertutup kepada koranindigo, Senin, (20/4).

Berdasar pengamatan, pekerjaan rehabilitasi kategori berat pada SDN Inpres 3 Palasa itu memang terkesan asal dan amburadul.

Bangunan dikebut secara swakelola tersebut nampak tidak siku dan hanya memanfaatkan pondasi lama bangunan sekolah.

“Ini pak hanya pondasi lama yang digunakan. Hanya ring slove-nya yang diperbarui. Bangunannya miring. Lihat bagian belakang bangunan juga tidak diplester”, kata warga sekitar.

Sedangkan pada hampir semua item pekerjaan kayu, juga terlihat tidak karuan. Pihak pengerja proyek, diduga menggunakan kayu-kayu dibawah standar dan salahi spesifikasi bangunan.

Kepsek SDN Inpres 3 Palasa, Ahyar menyatakan tidak tahu-menahu terkait amburadul proyek sekolah dibiayai dari dana bencana itu.

“Saya Kepsek baru, dan belum lama dilantik. Saya tidak tahu-menahu. Coba konfirmasi Kepsek sebelumnya, Haji Basori”, kata Ahyar dari balik telepon genggamnya.

Sementara itu, Kabiddikdas Disdikbud Parimo, Ince Pina mengatakan baru mengetahui informasi terkait amburadul proyek rehabilitasi SDN Inpres 3 Palasa tersebut.

“Sepengetahuan saya proyek itu telah selesai, dan tidak ada masalah. Kita (pihak Disdikbud Parimo) sudah survey bersama konsultan. Terima kasih ya atas informasinya”, katanya. (gwd/indigo)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest