Dugaan Fee, Hingga Monopoli Proyek Rehabilitasi

PARIMO– Proyek rehabilitasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres 3 Palasa, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) senilai Rp1,2 miliar ditengarai sarat korupsi. Praktik baku bagi fee, main spesifikasi hingga monopoli proyek, disinyalir mewarnai hajatan itu.

Anto Hi Djen, pengusaha lokal Parimo disebut-sebut sebagai pihak ‘memborong’ semua pekerjaan rehabilitasi mengucur di Kecamatan Palasa tersebut.

Sumber resmi media ini menyebut, bahkan, dalam memuluskan niat ‘menguasai’ proyek-proyek, Anto Hi Djen disebut melakukan tekanan kepada Kepsek yang sekolahnya kebagian kucuran dana.

“Ada semacam tekanan, sehingga membuat para kepsek menjadi takut, dan mau tak mau kepsek menyerahkan hal pekerjaan yang seharusnya bersifat swakelola itu untuk dikerjakan oleh pengusaha Anto Hi Djen”, kata sumber itu

Kata sumber, sang pengusaha, dalam melakukan penekanan terhadap Kepsek, membawa-bawa nama Bupati Parimo, Samsurizal Tombolotutu.

Anto Hi Djen disebut-sebut ‘memborong’  proyek rehabilitasi kategori berat pada tiga sekolah sekaligus di Kecamatan Palasa. Tiga sekolah itu adalah SD Inpres 3 Palasa, SDN 3 Palasa dan SD Inpres 3 Ulatan.

Namun, pengusaha Anto Hi Djen membantah semua tudingan mengarah kepada dirinya itu. Pengusaha Anto, menyatakan dirinya hanya bersifat sebagai penyedia bahan kebutuhan pada proyek rehab tersebut.

“Saya bukan yang mengerjakan proyek-proyek sekolah itu. Saya hanya sebagai penyedia bahan dan material”, katanya.

Anto Hi Djen juga membantah telah membawa-bawa nama bupati dalam upayanya memonopoli paket-paket di Palasa.

“Kabar darimana itu. Tidak ada seperti itu. Tidak benar saya menekan para kepsek, apalagi membawa-bawa nama bupati”, pungkasnya. (gwd/indigo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest