Kepsek Akui Nikmati 5 Persen Fee Proyek Sekolah

PARIMO– Proyek rehabilitasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres 3 Palasa, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) senilai Rp1,2 miliar ditengarai sarat korupsi. Praktik baku bagi fee, main spesifikasi hingga kongkalikong, disinyalir mewarnai hajatan tersebut. Bekas kepala sekolah (kepsek) SDN Inpres 3 Palasa, Bashori, mengakui ikut ‘menikmati’ 5 persen fee dari kegiatan dibiayai fulus bencana itu.

Bashori mengakui dirinya mendapatkan 5 persen fee dari Rp1,2 miliar fulus proyek rehabilitasi SDN Inpres 3 Palasa ia kepalai.

Menurut Bashori, fulus 5 persen itu digunakan bagi keperluan pengurusan proyek pasca-bencana mengucur ke sekolahnya.

Bashori

“Ada memang (diberikan 5 persen fee proyek). Kan urusan (proyek rehabilitasi) bukan cuma satu dua kali. Jelas ada (terima fee 5 persen), tidak mungkin tidak ada”, kata Kepsek Bashori, kepada Koran Indigo, via telepon genggamnya, Kamis, (23/4).

 

Bashori menuturkan, bahwa uang 5 persen fee yang mengalir ke dirinya ia pergunakan untuk keperluan kepengurusan proyek APBN pasca-bencana tersebut.

“Uangnya siapa kita mau pakai ke sana ke mari (mengurus proyek)”, tuturnya.

Bashori, walau mengaku dikasih fee sebesar 5 persen, namun menyangkal bahwa proyek swakelola tersebut dikerjakan oleh pengusaha lokal Parimo.

“Proyek itu saya kerjakan sendiri. Barang dan materialnya kita ambil ke pengusaha lokal”, katanya.

Sedangkan soal sinyalemen ada aliran fee sebesar 10 persen ke pihak lain, Bashori menyatakan tidak tahu-menahu.

“Saya tidak tahu kalau soal itu (10 fee proyek diduga mengalir ke pihak lain)”, tegasnya.

Sementara itu, kepala bidang pendidikan dasar (Kabiddikdas) Disdikbud Parimo, Ince Pina belum mau menanggapi praktik dugaan kongkalikong dan amburadul proyek rehabilitasi sekolah terletak di Desa Ogoansam itu.

“Terima kasih ataa informasinya”, singkat Ince Pina. (gwd/ indigo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest