Satria Juara Lelang, Jaya di Tambang

PARIMO – Pengusaha bernama Dewa Satria, pemilik CV Satria Grup selaku pemenang lelang proyek infrastruktur mengaku menyetor fulus sebesar 15 persen dari nilai pagu kepada Bupati Parigi Moutong (Parimo), Samsrizal Tombolotutu. Selain sukses keluar sebagai ‘juara’ lelang paket proyek, Dewa Satria juga mengaku terlibat pada sebuah aktivitas pertambangan.

“Saya kan fokus pada penambangan. Alat berat saya kerahkan di pertambangan”, kata Dewa Satria, kepada Koran Indigo, beberapa waktu lalu.

Berdasar informasi, tiga puluhan alat berat milik pengusaha Dewa Satria dikerahkan pada sebuah aktivitas tambang di sekitar wilayah Parigi.

Dewa Satria, selain menang lelang paket-paket proyek pemerintah daerah Parimo, juga berjaya menyewakan puluhan alat beratnya pada aktivitas pertambangan.

Sebelumnya, Dewa Satria secara blak-blakan menyatakan menyetor 15 persen dari nilai pagu sebagai fee proyek yang ia kerjakan kepada Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu.

Dewa Satria merupakan pemilik CV Satria Grup menghelat paket Peningkatan Struktur Jalan Mensung–Tinombala (DAK Reguler) dengan nilai kontrak Rp3,9 miliar.

Dalam percakapan dengan Koran Indigo, Dewa Satria mengaku sebagai pendatang baru dalam mengerjakan proyek-proyek milik pemerintah.

“Saya ini ibaratnya pendatang baru dalam hal mengerjakan proyek-proyek seperti ini”, kata Dewa Satria, belum lama ini.

Satria mengakui memberikan 15 persen dari nilai pagu sebagai fee proyek kepada pihak menurutnya sebagai Bupati Parimo.

Menurut Satria, setoran diduga sebagai fee proyek itu ia berikan atas adanya arahan langsung dari Bupati Parimo terkait proyek jalan yang pihaknya menangkan.

“Saya ini kan baru, istilahnya masih bau kencur dalam urusan main proyek. Waktu itu ada arahan dari 01 (bupati). Terus terang, kita ada kasih ke sana (bupati), sebesar 15 persen”, kata Dewa Satria, via telepon genggamnya.

Namun, menurut Dewa Satria, uang 15 persen dari nilai pagu proyek ia berikan melalui orang bernama Thomas.

“15 persen itu bukan langsung ke bupati, agar jangan ada salah paham. Uang itu kita berikan melalui orang bupati bernama Thomas. Thomas ini orang berasal dari Jakarta” , katanya.

Kata Dewa Satria, saat ini dirinya sudah tidak melihat keberadaan orang bernama Thomas tersebut.

“Entah dimana sudah batang hidung orang bernama Thomas ini. Sudah tidak ada kelihatan”, katanya. (gwd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest