Ada Upeti Keamanan Tambang Liar Desa Air Panas

PARIMO– Penambangan emas tanpa izin di Desa Air Panas, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) masih bebas beraktifitas. Salah satu pengusah tambang emas menyebut, juragan tambang Desa Air Panas, Sutikno menyetor upeti untuk keamanan setiap bulannya.

“Dia (Sutikno) tidak bikin kacau atau memperkuh keadaan. Justru dia (Sutikno) telah menyelamatkan tambang di sekitarnya. Sutikno melakukn setoran uang keamanan (setiap bulannya) agar aktifitas ilegal tetap jalan”, kata salah satu pengusaha tambang ilegal, secara tertutup, kepad Koran Indigo, melalui whatsapp-nya, baru-baru ini.

Menurut pengusaha tambang ilegal itu, Sutikno melakukan setoran bernilai hampir Rp100 juta per bulannya, agar tambang liar di Desa Air Panas tetap berjalan.

 

Juragan Tambang liar Desa Air Panas, Sutikno

Namun, si pengusaha tambang itu tidak menyebut secara detail, pihak mana yang menerim setoran berupa uang keamanan tersebut.

Sementara itu, juragan tambang ilegal Desa Air Panas, Sutikno, enggan menyebut berapa besaran upeti yang ia setorkan setiap bulannya tersebut.

LAHAN MILIK PEJABAT
Kepada wartawan, Sutikno, juragan tambang Desa Air Panas juga menyebut bahwa ada lahan salahsatu pejabat teras di lingkup pemerintah daerah (Pemda) Parimo yang ia kelola.

“Alhamdulillah tambang di Desa Air Panas ini cukup signifikan. Barusan, malah luasan area penambangan bertambah. Ada lahannya Pak Jalaludin”, kata Sutikno.

Jalaludin, diketahui merupakan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabiddikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo.

Jalaludin juga dikenal lantang memprotes keberadaan tambang di sekitar Parimo. Menurut Kabid Jalaludin, keberadaan tambang liar, dapat merugikan petani di sekitar Parigi. (indigo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest