Inkonsistensi Kepsek, Wayan Murtama Bakal Terjerat

PARIMO – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Wayan Murtama, kemungkinan besar tidak akan melenggang bebas dari jerat kasus dugaan ijazah palsu  menerpanya. Inkonsistensi, Kepala Sekolah SMA PGRI 2 Palu, Ahmad Karim disebutkan tak berani menandatangani surat pernyataan terkait keabsahan ijazah politisi asal partai Perindo itu.

“Kepsek PGRI 2, Ahmad Karim tidak berani membubuhkan tanda tangannya pada surat pernyataan disodorkan penyidik kepadanya. Surat itu berisikan pernyataan bahwa ijazah milik Wayan Murtama itu benar-benar absah”, kata sebuah sumber, secara terutup, kepada Koran Indigo, Selasa, (14/7).

Kata sumber, hal keraguan ditunjukkan Kepsek Ahmad Karim tersebut, semakin menguatkan bahwa ijazah milik Wayan Murtama merupakan ijazah palsu.

“Pada awalnya Pak Kepsek memang menyatakan bahwa ijazah Wayan Murtama memang tidak absah. Namun, tiba-tiba entah kenapa, AKarim menganulir pernyataannya sendiri. Nah, saat ini, beliau (Ahmad Karim), kembali ragu dan terkesan akan kembali menganulir pernyataannya”, beber sumber.

Sebelumnya, media ini melansir soal perkara tindak pidana dugaan pemalsuan ijazah anggota DPRD Parimo asal Partai Perindo, Wayan Murtama.

Perkara Murtama, merupakan kasus atas pelaporan Erdan Labanduna, dan ditangani Reskrimum Polda Sulteng. Saat ini, perkara dugaan ijazah palsu itu pada tahap pemeriksaan saksi-saksi.

Dalam surat panggilan nomor: S.pgl/580/VI/2020/Ditreskrimum tertanggal 17 Juni 2020, pihak Polda Sulteng melakukan panggilan dan mendengarkan keterangan pihak KPU Parimo, terkait dugaan ijazah palsu Wayan Murtama diterbitkan oleh SMA PGRI 2 Palu.

Dalam surat panggilan nomor: S.pgl/580/VI/2020/Ditreskrimum tertanggal 17 Juni 2020, pihak Polda Sulteng melakukan panggilan dan mendengarkan keterangan pihak KPU Parimo, terkait dugaan ijazah palsu Wayan Murtama diterbitkan oleh SMA PGRI 2 Palu.

Berdasar lansiran media lokal, bahwa Partai Perindo sudah menyurat ke Disdikbud Provinsi Sulteng dengan surat 02/PERINDO-PM/VI/2019 tertanggal 22 Juni 2019.

Karena surat tersebut, Disdikbud Sulteng menyurat pada SMA PGRI 2 Palu untuk mengklarifikasi, dengan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.

Berdasar keterngan, Registrasi buku induk di SMA PGRI 2 Palu menyatakan bahwa nomor induk 1660 adalah nomor induk siswa atas nama Arman bukan atas nama Wayan Murtama.

Kemudian, foto yang tertera pada ijazah atas nama Wayan Murtama adalah foto terbaru, serta tulisan ijazah atas nama Wayan Murtama ternyata terdapat bayangan tulisan atas nama orang lain.

Selain itu, hingga tahun ajaran 1996 sesuai registrasi buku induk pada SMA PGRI 2 Palu siswa atas nama Wayan Murtama tidak terdaftar sebagai siswa pada sekolah tersebut.

Namun tanggal 18 Juli 2019, SMA PGRI 2 Palu mengeluarkan kembali surat keterangan nomor MN.11/116/421.4/PEND yang ditandatangani Kepala Sekolah Ahmad Karim dan menganulir surat sebelumnya.

Dalam surat tersebut menerangkan bahwa setelah melakukan verifikasi dengan cermat bersama tim penelitih Ijazah Disdikbud Sulteng bahwa ijazah no 24 OB Oe 0375916 atas nama Wayan Murtama dengan nomor induk siswa 1660 benar sesuai ijazah aslinya.

Dikutip dari Mercusuar.web.id, Wayan Murtama mengaku bahwa ia memang awalnya tidak bersekolah di SMA PGRI 2 Palu. Namun ia mengikuti ujian pengganti di sekolah tersebut, hingga dinyatakan lulus di sekolah itu.

Terkait nomor induk siswa yang bukan namanya, Wayan Murtama mengaku kalau mengetahui yang atas nama Arman tidak lulus sekolah.

Dijelaskannya, ia sebelumnya bersekolah di salah satu sekolah kejuruan di Palu sampai kelas III. Hanya saja karena ada masalah, maka ia berhenti dari sekolah itu. (indigo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest