Kabid Dikdas Bantah Terlibat Tambang Liar

Sutikno

PARIGI – Pernyataan Sutikno, juragan tambang ilegal Desa Air Panas terkait terkait keterlibatan salah satu pejabat teras pemerintah daerah (Pemda), dibantah oleh Jalaludin. Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Parimo ini, dirinya tidak mempunyai lahan di area tambang ilegal Desa Air Panas.

“Maaf, saya tidak punya lahan (Di Desa Air Panas). Ada lahan milik saudara saya (Di area tambang ilegal Desa Air Panas), namun sudah dijual”, kata Jalaludin, Rabu (15/7).

Kabid Dikdas Disdikbud Parimo, Jalaludin juga membantah ikut membekingi aktifitas tambang ilegal di Desa Air Panas tersebut.

“Saya tidak punya kekuatan melindungi (membekingi aktifitas tambang ilegal) seperti itu”, kata Jalaludin via whatsapp-nya.

Sebelumnya, bos pelaku aktifitas tambang ilegal bernama Sutikno menyebut bahwa ada lahan salahsatu pejabat teras di lingkup Pemda Parimo saat ini ia kelola. Menurut Sutikno, hasil kelola tambang di Desa Air Panas, sangat signifikan.

 

TAMBANG ILEGAL DESA AIR PANAS 

Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Air Panas I

Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Air Panas II

Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Air Panas III

 

“Alhamdulillah tambang di Desa Air Panas ini cukup signifikan. Barusan, malah luasan area penambangan bertambah. Ada lahannya Pak Jalaludin”, kata Sutikno.

Jalaludin, diketahui merupakan Kabiddikdas Disdikbud Parimo. Jalaludin juga dikenal lantang memprotes keberadaan tambang di sekitar Parimo. Menurut Kabid Jalaludin, keberadaan tambang liar, dapat merugikan petani di sekitar Parigi.

Masih kata Sutikno, dalam menambang secara ilegal, dirinya bekerjasama dengan pengusaha penyewa alat dan kontraktor pemilik CV satria Group, Dewa satria.

Sutikno menyebut, ia menggunakan alat berat kepunyaan Dewa Satria dalam bekerja.
“Saya pakai alat beratnya Dewa Satria”, katanya. (indigo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest