Murtama dan Daftar Panjang Ijazah Palsu

PARIMO – Kasus dugaan ijazah palsu anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Wayan Murtama tengah bergulir. Wayan merupakan anggota legislatif asal Partai Perindo. Di Indonesia, penggunaan ijazah palsu masih marak dan bahkan semakin berani. Dan, kasus Wayan Murtama menambah daftar panjang praktik tersebut.

PERSOALAN palsu menimpa anggota legislatif teranyar ialah, kasus ijazah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Abdul Kadir asal Partai Gerindra. Dalam sela sidang, Abdul Kadir mengaku menyesal dan mengakui kesalahannya.

“Saya menyesal karena dulu tidak melanjutkan sekolah ke tingkat SLTA. Saya pun menggunakan ijazah yang difasilitasi Jon Junaidi (Ketua DPC Gerindra) untuk maju sebagai caleg tahun lalu,” kata Kadir di kantor Pengadilan Negeri, baru-baru ini.

Di hadapan majelis hakim, Kadir juga menyampaikan penyesalannya setelah dimintai tanggapan oleh majelis hakim mengenai kasusnya.

“Saya mengakui kesalahan sudah melakukan hal yang tidak baik pada masyarakat. Menyesal karena dulu tidak melanjutkan sekolah hingga SMA sehingga tak punya ijazah SMA,” ujar Kadir.

PADA 2004, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Donggala, menemukan adanya dugaan ijazah palsu dan surat keterangan pengganti ijazah dilakukan oleh sejumlah calon legislatif terpilih.

Dari 40 caleg terpilih DPRD Donggala, 15 orang diantaranya diduga menggunakan ijazah dan surat keterangan pengganti ijazah yang palsu.

Bahkan, dari hasil verifikasi Panwaslu, dua caleg diantaranya sudah terbukti menggunakan ijazah palsu dan kasusnya telah dilimpahkan ke pengadilan.

Kedua caleg itu adalah Muhtar Lareke dari Partai Golkar dan Andi Malik Mappiasse dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

IJAZAH Wayan Murtama, memang nampak sangat janggal. Kejanggalan pertama, pada terdapat nama lain di bawah tulisan nama Wayan Murtama pada ijazah diterbitkan oleh SMA PGRI 2 Palu itu.

Kedua, pada ijazah tertera Kotamadya Palu, padahal pada 1996, Kota Palu masih merupakan Kota Administratif, dan belum berstatus sebagai kotamadya

Perkara tindak pidana dugaan pemalsuan ijazah anggota DPRD Parimo asal Partai Perindo, Wayan Murtama, merupakan Perkara atas pelaporan Erdan Labanduna.d

Laporan Erdan, ditangani Reskrimum Polda Sulteng dan saat ini sedang pada tahap pemeriksaan saksi-saksi.

Dalam surat panggilan nomor: S.pgl/580/VI/2020/Ditreskrimum tertanggal 17 Juni 2020, pihak Polda Sulteng melakukan panggilan dan mendengarkan keterangan pihak KPU Parimo, terkait dugaan ijazah palsu Wayan Murtama. (indigo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest