Polisi Panggil Saksi Perkara Dugaan Ijazah Palsu Wayan Murtama

PARIMO – Perkara tindak pidana dugaan pemalsuan ijazah anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) asal Partai Perindo, Wayan Murtama, memasuki babak baru. Perkara atas pelaporan Erdan Labanduna, ditangani Reskrimum Polda Sulteng itu, saat ini pada tahap pemeriksaan saksi-saksi.

Dalam surat panggilan nomor: S.pgl/580/VI/2020/Ditreskrimum tertanggal 17 Juni 2020, pihak Polda Sulteng melakukan panggilan dan mendengarkan keterangan pihak KPU Parimo, terkait dugaan ijazah palsu Wayan Murtama diterbitkan oleh SMA PGRI 2 Palu.

Sebelumnya media ini pernah melansir soal hal terkait dugaan ijazah palsu dituduhkan terhadap anggota DPRD Parimo asal partai Perindo, Wayan Murtama.

Berdasar lansiran media lokal, bahwa Partai Perindo sudah menyurat ke Disdikbud Provinsi Sulteng dengan surat 02/PERINDO-PM/VI/2019 tertanggal 22 Juni 2019.

Karena surat tersebut, Disdikbud SultengĀ  menyurat pada SMA PGRI 2 Palu untuk mengklarifikasi, dengan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.

Berdasar keterngan, Registrasi buku induk di SMA PGRI 2 Palu menyatakan bahwa nomor induk 1660 adalah nomor induk siswa atas nama Arman bukan atas nama Wayan Murtama.

Kemudian, foto yang tertera pada ijazah atas nama Wayan Murtama adalah foto terbaru, serta tulisan ijazah atas nama Wayan Murtama ternyata terdapat bayangan tulisan atas nama orang lain.

Selain itu, hingga tahun ajaran 1996 sesuai registrasi buku induk pada SMA PGRI 2 Palu siswa atas nama Wayan Murtama tidak terdaftar sebagai siswa pada sekolah tersebut.

Namun tanggal 18 Juli 2019, SMA PGRI 2 Palu mengeluarkan kembali surat keterangan bernomor MN.11/116/421.4/PEND yang ditandatangani Kepala Sekolah Ahmad Karim dan menganulir surat sebelumnya.

Dalam surat tersebut menerangkan bahwa setelah melakukan verifikasi dengan cermat bersama tim penelitih Ijazah Disdikbud Sulteng bahwa ijazah no 24 OB Oe 0375916 atas nama Wayan Murtama dengan nomor induk siswa 1660 benar sesuai ijazah aslinya.

Dikutip dari Mercusuar.web.id, Wayan Murtama mengaku bahwa ia memang awalnya tidak bersekolah di SMA PGRI 2 Palu. Namun ia mengikuti ujian pengganti di sekolah tersebut, hingga dinyatakan lulus di sekolah itu.

Terkait nomor induk siswa yang bukan namanya, Wayan Murtama mengaku kalau mengetahui yang atas nama Arman tidak lulus sekolah.

Dijelaskannya, ia sebelumnya bersekolah di salah satu sekolah kejuruan di Palu sampai kelas III. Hanya saja karena ada masalah, maka ia berhenti dari sekolah itu.

Untuk lulus sekolah, kata Wayan, ia mengikuti ujian pengganti di SMA PGRI 2 Palu dibantu pejabat yang ada disekolah tersebut. (indigo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest