Ratusan Masyarakat Tuntut Bupati Parimo Mundur

“Aksi akan terus kami lakukan sampai Samsurizal Tombolotutu lengser dari jabatannya, tidak hanya sekali, kalau perlu puluhan kali sampai Samsurizal itu turun dan berhenti sebagai Bupati Parimo”

 

PARIMO– Ratusan Masyarakat tergabung pada Aliansi Peduli-Tuntut Pemberhentian Bupati Parigi Moutong (Parimo) atau AMPIBI, berunjuk rasa di depan kantor DPRD meminta Bupati Kabupaten Parimo, Samsurizal Tombolotutu segera mundur dari jabatannya.

Dalam aksi diikuti oleh berbagai lapisan dan elemen masyarakat itu, membuat Fraksi Partai Nasdem, Fraksi gabungan Partai Bulan Bintang dan Perindo mengusulkan agar dilakukan hak interpelasi.

Pihak DPRD Parimo, diketahui bakal melaksanakan rapat dan segera membuat agenda untuk melakukan hal Interpelasi.

 

Geruduk seribuan massa menganggap Bupati Samsurizal Tombolotutu telah menyalahgunakan kekuasaan dan melanggar sumpah janji jabatan seperti diatur dalam UU nomor 23 Tahun 2014, PP No. 6 Tahun 2005 Tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah serta Etika Politik dan Pemerintahan yang tertuang dalam Ketetapan MPR No 6 Tahun 2001.

“Samsurizal Tombolotutu sudah jelas melanggar. Misalnya pada kasus pembangunan wisata di Mosing, AMPIBI punya cukup bukti kuat untuk itu. Kemudian terkait hutang 4,9 Miliar yang belum diketahui kejelasannya. Adanya putusan pengadilan, menjadi bukti bahwa Samsurizal Tombolotutu telah terbukti menerima pemberian dari pengusaha”, kata juru bicara AMPIBI, Fadli Arifin Azis, Rabu, (22/7).

“Jadi dari hasil putusan itu jelas melanggar pasal 76 yang isinya adalah larangan bagi kepala daerah, bagaimana mungkin kepala daerah menerima pemberian dari seorang pengusaha, tentu ada tujuan lain,” katanya lagi.

Selain itu, Fadli Arifin menambahkan bahwa terkait dana Covid-19 sebesar Rp26 Miliar tidak dipergunakan secara efektif, sehingga menimbulkan kekecewaan dari masyarakat luas di Parimo.

“Bencana 28 September 2018 menjadi bukti, serta kemarin bencana yang tak kasat mata yakni wabah Covid-19 tidak pernah Samsurizal itu hadir dalam memotivasi dan menampakkan kepeduliannya sebagai seorang pemimpin dalam melayani rakyatnya” Ujar Fadli Arifin Azis yang juga ketua FM3KP ini.

Fadli Arifin menegaskan, bahwa aksi serupa dan bahkan dengan jumlah lebih besar akan terus dilakukan, hingga Bupti Samsurizal turun dari jabatannya, atas sikapnya yang telah lalai.

“Aksi akan terus kami lakukan sampai Samsurizal Tombolotutu lengser dari jabatannya, tidak hanya sekali, kalau perlu puluhan kali sampai Samsurizal itu turun dan berhenti sebagai Bupati Parimo,” tegasnya. (Ind)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Follow by Email
Facebook
Pinterest