banner 728x250
DAERAH  

Tersangka Kasus Setubuhi Anak Bawah Umur Bertambah

PARIGI | KORANINDIGO – Jumlah tersangka pelaku kasus asusila setubuhi anak bawah umur di Parigi Moutong (Parimo) bertambah. Polres Parimo, Sulawesi Tengah (Sulteng) menetapkan lima orang lagi sebagai tersangka, sehingga menjadi 10 orang.

BERITA TERKAIT:
Gagahi Anak di Bawah Umur, Oknum Kades Terancam 15 Tahun
Kekerasan Terhadap Anak Didominasi Kejahatan Seksual

banner 970x250

“Saksi-saksi sudah diperiksa. Baik itu korban, orang tua dan lainnya. Sehingga dari penyidik menetapkan 10 tersangka,” kata Kepala Polres (Kapolres) Parimo AKBP Yudy Arto Wiyono di Palu, Selasa, (30/5).

Kapolres Parimo, AKBP Yudy Arto Wiyono, Sik, MH

Ia mengatakan dari 10 orang yang telah ditetapkan tersangka, lima telah ditahan, sementara lima lain masih dalam proses jemput dan tangkap oleh penyidik kepolisian.

Saat ini, kata Kapolres Yudy, korban masih mendapatkan perawatan medis di salah satu rumah sakit di Kota Palu.

“Akibat peristiwa ini, korban mengalami trauma dan saat ini mendapatkan perawatan inap di salah satu rumah sakit di Palu karena masih mengalami sakit di bagian perut,” tuturnya.

Sebelumnya, pada Rabu (17/5) lalu, Polres Parimo telah menetapkan lima tersangka terkait kasus tersebut, dimana kelima orang itu melakukan aksinya di waktu dan tempat berbeda yang dilakukan sejak April 2022 hingga Januari 2023.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, Kombes (Pol) Djoko Wienartono

Sementara itu, Kabid Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng, Kombes Polisi Djoko Wienartono mengatakan pihak kepolisian juga masih selidiki keterlibatan seorang oknum anggota kepolisian dalam kasus asusila itu.

“Berdasar keterangan dari korban, salah satunya adalah oknum anggota. Namun dari pemeriksaan saksi maupun tersangka, belum ada keterangan signifikan, sehingga belum ada bukti”, katanya.

Korban mengaku mendapat perlakuan tak senonoh dari 11 orang diduga pelaku, diantaranya oknum Kades dan oknum guru dengan tempat dan waktu yang berbeda-beda.

Berdasar keterangan korban juga didapat informasi bahwa ada keterlibatan seorang oknum polisi. (Ant/Ind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *