banner 728x250
RAGAM  

Kunjungan Kerja ke Parimo, Gubernur Sulteng Bawa Rombongan Pejabat Pemprov

KoranIndigo – Rusdy Mastura Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama rombongan melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Parigi Moutong, bertempat di Halaman Ponpes Alkhairaat Kecamatan Moutong, Minggu, 28/1/2024.

Diketahui, Kunjungan Kerja orang nomor satu di Sulteng itu akan melaksanakan beberapa agenda kegiatan, yakni :

banner 970x250
  • Penanaman perdana Cabe dan Jagung.
  • Peresmian Peningkatan Jalan dan Jembatan Tuladengi Pantai.
  • Peresmian SMP Negeri 2 Taopa.
  • Penyerahan Bantuan Sosial dilanjutkan dengan bersilaturahmi bersama pengurus cabang Alkhairaat dan tokoh masyarakat di Kecamatan Moutong.
  • Peresmian Agro Wisata Durian.

“Dalam rangka kunjungan kerja mungkin ini kunjungan pertama kali saya di luar Kota Palu dengan rombongan besar di Kabupaten Parigi Moutong sengaja saya membawa sejumlah pejabat saya, semoga dengan begini dapat membangun sistem pelayanan yang sinergi antara pelayanan yang satu dengan yang lain,” ujar Gubernur Rusdy Mastura.

Lebih lanjut, Gubernur Rusdy Mastura mengatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersiap untuk menjadi daerah Penopang/Penyangga IKN yang direncanakan tahun 2024 sudah mulai aktivitas Pemerintahannya.

Diketahui persiapan yang tengah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi saat ini diantaranya transportasi, pertanian, pertambangan dan pariwisata.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Parigi Moutong, Richard Arnaldo melalui kesempatan yang sama mengatakan selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi- tingginya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas bantuan dan perhatiannya kepada Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong.

“Gerakan tanam cabai dan jagung merupakan salah satu program Nasional pengendalian inflasi pangan yang merupakan tindak lanjut dari arahan bapak Presiden Republik Indonesia dalam rapat kerja Nasional pengendalian inflasi,” jelas Richard.

Dikatakannya, merupakan langkah strategis antara tim pengendalian inflasi Daerah untuk menekan angka inflasi. Dimana faktor yang sangat signifikan yaitu ketahanan pangan penting dilakukan untuk mengatur keseimbangan suplai bahan makanan yang merupakan suatu hal yang harus terus di perhatikan dalam pengendalian harga pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *