banner 728x250
RAGAM  

Siomay Kuah Kaledo Ibu Titi Paling ‘Narasa’ Di Parigi

Masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Kaki Lembu Donggala (Kaledo) yang terkenal dengan kuahnya yang khas. Tetapi, Ibu Titi salah satu pedagang siomay di Kabupaten Parigi Moutong, hanya memakai kuahnya sehingga lebih ‘Narasa’ (enak).

Di Parigi Moutong, banyak yang menjual siomay seperti pada umumnya, ada juga yang memakai kuah mie gelas. Ibu Titi membuat inovasi baru yakni siomay di campur dengan kuah kaledo. Untuk alamatnya, Ibu Titi masih berjualan di Halaman Rumah nya, di jalan Lidah Gimba (Lorong Cinta), Kelurahan Kampal.

banner 970x250

“Awalnya saya berkeliling di Kota Parigi, dan melihat banyak sekali penjual siomay tetapi, hampir semuanya sama. Nah, dari situ saya dapat ide untuk menjual siomay kuah kaledo ini, agar berbeda dari yang lain,” kata Ibu Titi kepada klikparimo, 28/2/2024.

Perlu kita ketahui, Ibu Titi berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negera (ASN) disalah satu Dinas di Parigi Moutong, dengan jabatan seorang Kasubag Program. Dengan berjualan siomay ini menjadi usaha sampingannya.

Ibu Titi mengungkapkan, untuk bahan yang dipakai seperti ayam, sapi dan rempah-rempah, ia membelinya dari Pasar Sentral Parigi. Kemudian, untuk pengolahannya, Ibu Titi masih memakai jasa olahan penggilingan bakso.

“Siomay-siomay ini masih kita olah di penggilingan yang berada di PLN, Kelurahan Maesa, kami belum ada dan belum tahu cara membuatnya. Tapi, kedepannya Insyaallah kami juga akan mencari tahu cara mengolahnya,” ungkapnya.

Dengan berjualan siomay kuah kaledo ini, Ibu Titi mendapatkan penghasilan tambahan sebesar 600 sampai dengan 700 ribu perhari.“Kami menjual siomay kecil dengan hara 1000, tahu juga 1000, siomay sapi 1500 dan siomay besar 6000. Untuk pendatan perharinya terkadang 600 ribu, kalau hari libur biasanya sampai 700 ribu,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *