banner 728x250
RAGAM  

Pemda Parimo Ikuti Rakorda TPID dan TP2DD Secara Virtual Terkait Inflansi Pangan Jelang Bulan Ramadhan

KoranIndigo – Melalui, Penjabat (Pj) Bupati Parigi Moutong Richard Arnaldo, didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra, Mawardin bersama TPID Kabupaten Parigi Moutong, serta unsur Forkopimda Kabupaten Parigi Moutong mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se Provinsi Sulteng secara virtual, di Ruang Rapat Bupati, Senin 4/3/2024.

Rakorda tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, H. Rusdi Mastura dan dihadiri Unsur Forkopimda Provinsi Sulteng, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Rony Hartawan, Unsur Perbankan, Kepala Bulog dan Bupati/Walikota serta Kepala OPD terkait lainya se Provinsi Sulteng.

banner 970x250

Dalam rapat tersebut menghasilkan rekomendasi bersama jelang Hari Raya Idul Fitri 1454 H, yakni :

  1. Sidak secara mingguan untuk memantau harga dan pasokan komoditas pangan serta penyaluran BBM dan LPG
  2. Pasar murah secara mingguan pada hari sabtu s/d selasa di pasar tradisional Palu, Luwuk, Morowali, Banggai yang disinergikan dengan warkop TPID
  3. Optimalisasi APBD untuk mendukung pengendalian inflasi daerah
  4. Menugaskan BUMD/BUMDes/Badan Usaha lainnya untuk mendatangkan komoditas rentan inflasi yang disubsidi pemerintah daerah atau pembiayaan lainnya
  5. Komunikasi kepada masyarakat melalui tokoh agama, tokoh masyarakat, media massa dan media sosial terkait ketersediaan pasokan pangan, belanja bijak dan mendorong konsumsi beras SPHP

Pj. Bupati Parigi Moutong Richard Arnaldo mengatakan, dalam rapat virtual yang diadakan terkait inflansi menjelang bulan puasa sebagai cara kita pemerintah daerah untuk mengantisipasi harga pangan yang sudah mulai naik.

“Kita harus terus memantau harga bahan pokok di pasaran dan mengingatkan kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan dalam mengkomsumsi bahan pokok yang ada terutama beras,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *