LAPORAN KHUSUS

Ekspor Perdana Durian Asal Parimo ke Thailand Bersama KemenKopUKM dengan Apdurin

380
×

Ekspor Perdana Durian Asal Parimo ke Thailand Bersama KemenKopUKM dengan Apdurin

Sebarkan artikel ini

KoranIndigo – Berkat kolaborasi KemenKopUKM dengan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) serta Pemerintah Sulawesi Tengah dan Kabupaten Parigi Moutong berhasil melakukan ekspor perdana durian asal Kabupaten Parigi Moutong ke Thailand, Senin, 15 Januari 2024..

“Kegiatan ini, sesuai dengan arah kebijakan pemerintah, pertama adalah hilirisasi berbasis UMKM. Kedua adanya kemitraan, dan ketiga adalah ekspor. Sasarannya hari ini, dapat diwujudkan berkat kerja sama yang baik,” ujar Deputi Bidang UKM KemenKopUKM, Hanung Harimba Rachman.

Keberhasilan ekspor oleh APDURIN dilakukan bersama empat usaha yang dinaunginya, yakni PT Herofruit Sumber Sukses, PT Silvia Amerta Jaya, PT Amerta Nadi Argo Cemerlang, serta PT Ammar Durian Indonesia.

Menurut Hanung, kemitraan dengan usaha menengah besar dapat membantu peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha durian. Kemitraan tersebut dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti penyediaan bahan baku, pemasaran, serta pengembangan teknologi dan pembangunan ekosistem rantai pasok produksi.

“Ini adalah model yang sangat baik antara APDURIN dengan pemerintah dan pengusaha, model seperti ini yang harus kita lakukan, di mana perusahaan besar bisa bermitra dengan UMKM untuk mendorong eskpor,” ucap Hanung.

Hanung mengungkapkan, pasar global untuk durian diperkirakan mengalami pertumbuhan dari tahun 2020 hingga 2026 sebesar 7,1 persen, hal ini membuka peluang yang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor durian.

“Durian adalah ide yang bagus karena permintaan durian cukup tinggi, dan secara agronomi Kabupaten Parigi Moutong menjadi tempat paling ideal untuk pertumbuhan durian,” ungkap Hanung.

Ia juga berharap agar pemerintah daerah bisa mengambil posisi untuk menentukan komoditi unggulan di daerahnya, kemudian dilakukan scale-up nilai ekonominya agar bisa ekspor.

Kami berharap ini bisa direplikasikan untuk komoditas yang lain dan di kabupaten yang lain, atau di kabupaten yang sama dengan komoditas berbeda,” kata Hanung.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Parigi Moutong yang diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Mohammad Yasir menyambut baik kegiatan tersebut sebagai upaya memajukan dan meningkatkan kualitas produksi durian Parigi Moutong.

Yasir mengungkapkan Parigi Moutong memiliki potensi di sektor pertanian baik tanaman pangan, hortikultura, maupun perkebunan. Salah satunya dengan adanya 3.833 hektare perkebunan durian yang tersebar di hampir seluruh kecamatan, dengan jumlah produksi sekitar 305.419 ton per tahunnya.

“Kabupaten Parigi Moutong memiliki jenis varietas durian lokal dan varietas unggulan nasional yang pemasarannya telah menembus pasar di seluruh nusantara dan mancanegara,” ungkap Yasir.

Ia berharap, pemerintah dapat membantu daerahnya dari sisi pemasaran produk pertanian dan perkebunan khususnya durian, sehingga memperoleh pasar nasional maupun internasional agar masyarakat khususnya petani dapat berdaya saing.

Sementara itu, Dewan Pembina APDURIN Aditya Pradewo mengungkapkan bahwa Parigi Moutong mampu menghasilkan kualitas durian yang sama, bahkan lebih baik dari Malaysia dan Thailand.

“Banyak produk durian yang dikirim ke Thailand tapi dicap produk Thailand. Ini tantangan bagaimana produk kita memenuhi standar agar bisa langsung ekspor ke China,” kata Aditya.

Aditya juga mengajak para pelaku usaha durian ke depan mampu memenuhi standar internasional yang selama ini menjadi tantangan. Salah satunya dengan berkolaborasi mendorong UMKM yang sudah bagus agar mampu menjaga kualitasnya untuk tetap stabil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Status sebagai bini pengawas SPBU bukan tiket khusus untuk mendapatkan Solar subsidi. Jika dugaan pengambilan, pengalihan, atau penjualan kembali BBM bersubsidi oleh bini kedua Muhammad Rifai di SPBU 74.943.08 Kampal terbukti…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Dini hari di SPBU 74.943.08 Kampal, Kabupaten Parigi PMoutong, Sulawesi Tengah, bukan sekadar riuh antrean truk logistik. Di balik gemuruh mesin dispenser, mengalir potensi kerugian negara skala masif. Solar bersubsidi penopang…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI – KORANINDIGO – Antrean jeriken solar subsidi di pesisir Parigi Moutong diduga kuat disusupi “orang dalam”. Modusnya sederhana namun destruktif: menerobos antrean, menimbun puluhan liter per pasokan, lalu melemparnya ke pasar gelap. Pengawas SPBU…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Permainan alokasi solar subsidi di pesisir Sulawesi Tengah mulai terkuak. Badan Pemeriksa Keuangan turun tangan menyisir carut-marut penyaluran bahan bakar bersubsidi di Kabupaten Parigi Moutong. Pemeriksaan mendadak ini mengejutkan pejabat daerah…

Example 325x325