Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 1000x60
LAPORAN KHUSUS

Ituwu, Cara Memasak di Bambu Dalam Tradisi Kuliner di Poso

273
×

Ituwu, Cara Memasak di Bambu Dalam Tradisi Kuliner di Poso

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KoranIndigo – Tinggal di wilayah hutan dan bukit untuk berkebun dan berladang, leluhur Poso menciptakan cara masak dan kuliner yang khas dari bahan-bahan alami. Belum ada periuk, apalagi belanga sebagai wadah memasak. Bambu, menjadi pilihan utama wadah memasak yang kemudian diwariskan turun temurun pada generasi Poso hingga saat ini. Cara memasak di bambu ini kemudian dikenal dengan nama ituwu. Ituwu berasal dari bahasa Pamona, salah satu suku Poso yang artinya masak dibambu. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu talang.

Setiap makanan yang dimasak di bambu disebut ituwu. Ada ituwu sayur , ituwu daging. Cara memasak ituwu ini sangat mudah. Bahan makanan yang telah dibersihkan, dicampur dengan berbagai rempah, lalu dimasukkan ke dalam bambu, untuk kemudian dibakar. Untuk membakar ituwu, menggunakan tiang dan kayu yang dibuat melintang sebagai tempat bambu bersandar. Tiang dan kayu ini disebut “Yanga”.

Memasak Ituwu membutuhkan keterampilan khusus dalam mengelola api. Api harus dijaga sedemikian agar tidak berlebihan supaya bambu tidak sampai terbakar, sambil tetap memastikan bahan masakan di dalam bambu tetap matang. Membakar dengan menggunakan sabut kelapa dianggap terbaik karena api yang dihasilkan lebih rata.

Rasa masakan ketika memasak ituwu dianggap lebih gurih dan sedap dibandingkan memasak menggunakan wadah belanga seperti saat ini.  Beberapa orangtua berpendapat, memasak ituwu lebih sehat dan enak .

“ane pangkoni anu ndaituwu, mawongi pai maboko, pai lese wo’u ri koro, maka bendapoapu pai lana “ yang artinya makanan yang dimasak di bambu lebih harum, enak dan gurih, juga lebih sehat, karena tanpa minyak goreng. Demikian cerita Ngkai Bandola, salah satu orang tua Poso.

Rasa enak yang dihasilkan dari ituwu bukan hanya karena cara memasaknya di bambu tapi juga penggunaan rempah. Saat memasak ituwu, terdapat dua rempah utama yang digunakan yaitu daun Arogo dan daun Onco (jenis daun kedondong hutan). Kedua macam daun ini merupakan rempah khas orang Poso, yang memberi rasa gurih dan asam yang seimbang serta memberi afek melembutkan bahan utama makanan misalnya daging.

Bumbu lain  yang ditambahkan sebagai pelengkap dalam memasak ituwu adalah bawang merah (Dalam bahasa Pamona disebut Pia Mawaa), sereh (Dalam bahasa Pamona disebut Tiwombane), jahe (Sering disebut juga Goraka), dan cabai rawit utuh (Dalam bahasa Pamona disebut lada masiwu keogu) dan garam.Tradisi memasak ituwu saat ini masih tetap dipertahankan warga Poso . Memasak ituwu sering dilakukan untuk acara-acara khusus misalnya hari raya panen, atau pesta pernikahan .

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAPORAN KHUSUS

Pilkada Parigi Moutong 2024 telah usai. Namun, aroma perebutan proyek justru menguat. Sejumlah kontraktor, pemasok material, pekerja proyek menyebut ada kelompok pengusaha lokal papan atas diduga menguasai proyek-proyek strategis pemerintah dari balik layar. Nama paling…

LAPORAN KHUSUS

Semula, proyek pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Parigi Moutong hanya menjadi sorotan akibat keterlambatan pekerjaan dan sengketa denda kontrak. Namun, penelusuran atas proyek tersebut membuka lapisan persoalan lebih dalam. Diduga kuat ada operasi senyap…

LAPORAN KHUSUS

PILKADA Parigi Moutong 2024 telah berakhir. Namun, jejak kontestasi politik diduga belum benar-benar usai. Sejumlah sumber menyebut kemenangan politik melahirkan transaksi balas budi. Pengusaha penyandang dana salah satu kandidat ditengarai mulai memanen pengaruh setelah pemungutan…

LAPORAN KHUSUS

PRAKTIK itu selama ini hanya beredar sebagai bisik-bisik di kalangan kontraktor. Nama perusahaan tercantum dalam kontrak, tetapi pekerjaan diduga dikendalikan pihak lain. Kini, dugaan tersebut mulai menemukan pengakuan. Direktur CV Kalukubula Sulteng, Yarham Muri, mengakui…

Example 325x325