EKONOMI

Jelang Idul Adha, Bulog Tambah 1.900 Ton Beras

261
×

Jelang Idul Adha, Bulog Tambah 1.900 Ton Beras

Sebarkan artikel ini

PALU | KORANINDIGO – Jelang Idul Adha 1444 Hijriah, Badan Urusan Logistik (Bulog) tambah 1.900 ton stok beras. Hal ini sebagai upaya menjamin tersedia pangan di Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Penambahan pasokan didatangkan dari Provinsi Jawa Timur dan DKI Jakarta,” kata Pimpinan Wilayah Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah Heriswan di Palu, Rabu, (7/6).

Ia menjelaskan, saat ini beras yang berada di gudang-gudang Bulog di wilayah Sulteng sebanyak 2.175 ton, dan bahan pangan ini disiapkan untuk stabilisasi kebutuhan bahan pokok masyarakat.

Bulog, sebagai lembaga membidangi urusan logistik mengambil peran intervensi bila sewaktu-waktu terjadi fluktuasi.

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya menjamin ketersediaan pangan di daerah selalu memadai, supaya masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan rumah tangga.

“Penambahan stok beras sebagai langkah antisipasi, karena pengalaman-pengalaman sebelumnya, momen hari besar keagamaan tingkat kebutuhan masyarakat melonjak,” ujarnya.

Selain beras, Bulog juga menjamin ketersediaan sejumlah komoditas lain diantaranya minyak goreng, secara rutin di distribusi kepada pedagang eceran untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Begitu pun tepung terigu, saat ini stok masih tersedia kurang lebih 50 ton, termasuk gula pasir sekitar 250 ton.

Oleh karena itu, Bulog sebagai lembaga strategis urusan logistik pangan, selalu memperhatikan dan memenuhi kebutuhan pasar supaya tidak terjadi ketimpangan harga yang dapat menimbulkan inflasi.

Sebagai upaya pemerataan sebaran pangan, masyarakat diharapkan bijak berbelanja kebutuhan pokok.

Begitu pun pedagang tidak menjual barang atau bahan pangan utama di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, serta tidak melakukan penimbunan bahan-bahan pokok lainnya.

“Kami minta pedagang maupun mitra Bulog mengatur porsi penjualan kepada konsumen, supaya harga pangan yang terjangkau dapat dirasakan secara adil,” demikian Heriswan. (Ant/Ind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

PALU | KORANINDIGO – Investasi di Sulawesi Tengah menembus Rp68,70 triliun sepanjang Januari–Juni 2026. Dalam enam bulan, angka itu sudah mencapai 73,17 persen dari target setahun sebesar Rp93,89 triliun. Namun di balik lonjakan investasi tersebut,…

EKONOMI

PARIGI | KORANINDIGO –  Harga beras kualitas super I di pasar modern Sulawesi Tengah menjadi tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga harian komoditas tersebut mencapai Rp21.550 per kilogram,…

EKONOMI

Ruang gerak fiskal pemerintah daerah memasuki fase paling sempit dalam beberapa tahun terakhir. Ketika pemerintah pusat memangkas Transfer ke Daerah (TKD) secara signifikan pada 2026, kemampuan daerah menutup kekurangan lewat Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru…

EKONOMI

“Seluruh kantor PT BPR Syariah Hasanah Mandiri ditutup untuk umum dan menghentikan segala kegiatan usaha.” Kalimat singkat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu menandai berakhirnya perjalanan satu lagi bank perkreditan rakyat di Indonesia. Penutupan tersebut…

Example 325x325