HUKUM

Karantina Pertanian Surabaya Berhasil Gagalkan Penyeludupan Burung Asal Makassar

×

Karantina Pertanian Surabaya Berhasil Gagalkan Penyeludupan Burung Asal Makassar

Sebarkan artikel ini

SURABAYA | KORANINDIGO  Pejabat Karantina Pertanian Surabaya melakukan pengawasan kedatangan alat angkut di pelabuhan Tanjung Perak. Saat itu berhasil menggagalkan pemasukan ratusan burung tanpa dokumen (28/06).

Satwa tersebut diseludupkan dengan modus disimpan dalam keranjang kayu dan dus yang disembunyikan di belakang dek truk serta di dalam bak truk yang ditutupi terpal.

Barang bukti burung elang 6 ekor dan reo reo 230 ekor diamankan di instalasi karantina hewan

“Kami berhasil mengamankan ratusan burung saat melakukan pengawasan rutin. Satwa-satwa tersebut, diangkut menggunakan KM. Dharma Kencana 7 dari Makassar,” Ujar Santosa, Pejabat Karantina yang bertugas.

Satwa tersebut terdiri dari burung elang 6 ekor dan reo reo 230 ekor. Ratusan burung tersebut diamankan di instalasi karantina hewan dan dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratoris guna memastikan kesehatannya selama masa penahanan.

Di tempat terpisah, Kepala Karantina Pertanian Surabaya Cicik Sri Sukarsih mengatakan bahwa setiap melalulintaskan komoditas pertanian baik hewan, tumbuhan dan turunannya wajib lapor karantina. Merujuk pada Pasal 88 dalam Undang-Undang 21 tahun 2019, pelanggaran terhadap persyaratan karantina antar area bisa dipidana penjara paling lama dua tahun, dan denda paling banyak Rp 2 miliar.

Pengawasan kedatangan alat angkut di pelabuhan Tanjung Perak Oleh Petugas Karantina Pertanian Surabaya

“Ini bagian dari komitmen kita untuk menjaga negeri. Saya mengapresiasi pejabat karantina yang bertugas dan bersinergi dengan Kepolisian Resort Pelabuhan Tanjung Perak serta instansi terkait lainnya. Kami berharap masyarakat semakin sadar untuk turut menjaga keanekaragaman hayati dengan patuh lapor karantina,” jelas Cicik. (Ind***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKUM

PARIGI | INDIGO– Sudah dituntut 18 bulan penjara, tetapi Desi Natalia dan suaminya, Yudhi, masih berstatus tahanan kota. Keduanya merupakan terdakwa kasus investasi fiktif merugikan Novriana alias Novi hingga ratusan juta rupiah. Jaksa Penuntut Umum…

HUKUM

PARIGI | INDIGO – Janji proyek rumah sakit berujung perkara pidana. Fulus ratusan juta rupiah melayang, korban mengaku mendapat ancaman, sementara dua terdakwa tidak ditahan. Kini, jaksa akhirnya meminta Desi Natalia dan suaminya, Yudhi, masing-masing…

HUKUM

“Uang ratusan juta rupiah dijanjikan untuk bisnis konsumsi pasien diduga mengalir ke pertambangan emas tanpa izin. Korban mengaku mendapat ancaman pembunuhan, sementara kedua terdakwa kini dituntut satu tahun enam bulan penjara” PARIGI | INDIGO –…

HUKUM

PARIGI | KORANINDIGO – Drama rebutan kursi panas eselon II Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) di meja hijau mendadak antiklimaks. Pihak penggugat secara mengejutkan memilih mundur teratur dan mencabut berkas gugatannya di Pengadilan Tata Usaha Negara…

Example 325x325