Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 180x700
Example 1000x60
RAGAM

Mabuk Ganja, Seorang Pria Potong Kemaluan Sendiri

255
×

Mabuk Ganja, Seorang Pria Potong Kemaluan Sendiri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEORANG Pria Thailand memotong kemaluannya sendiri menggunakan gunting saat menggunakan ganja. Menurut laporan dokter dari Departemen Kedokteran Darurat Universitas Chiang Mai dalam Journal of Medical Case Reports, kemaluan pria 23 tahun ini dianggap terlalu kotor dan rapuh untuk direkonstruksi, membuat pria itu harus menjalankan operasi agar bisa buang air kecil.

Mengutip news.com.au, pria itu sempat mengisap ganja selama dua tahun setelah berhasil berhenti tiga bulan sebelum insiden ini terjadi.

Setelah mengisap dua gram ganja, ia mengalami ereksi tanpa stimulasi seksual. Setelah itu, ia merasakan sakit parah dan memutuskan menanggulangi rasa sakit tersebut dengan memotong kulit kelaminnya.

“Berniat untuk menghilangkan rasa sakit, ia memutuskan memotong kulit kelaminnya beberapa kali dan benar-benar mengamputasi kelaminnya menggunakan gunting,” tulis laporan tersebut.

Laporan ini juga menuturkan pria tersebut sadar selama proses pemotongan ini terjadi.

Pria itu mengalami pendarahan selama dua jam, membuatnya dibawa ke rumah sakit dan harus menjalani operasi. Pria ini lalu didiagnosis mengalami gangguan psikotik akibat zat.

Pria tersebut mengaku memiliki halusinasi visual dan pendengaran, seperti ‘melihat bayangan bergerak, mendengar burung berkicau ataupun suara serangga, pun juga mood yang depresi. Namun, pria ini tak memiliki ide untuk bunuh diri.

Setelah dua pekan, pria ini bisa buang air kecil dalam posisi duduk.

“Mengamputasi alat kelamin sendiri karena gangguan yang disebabkan oleh ganja, seperti pada pasien kami, merupakan peristiwa dahsyat yang mengganggu kualitas hidup, seperti disfungsi buang air kecil atau fungsi seksual,” tulis para dokter.

Laporan tersebut juga menilai pemotongan berkali-kali mengindikasikan pria itu mendapatkan ketenangan saat menyakiti diri sendiri dan diduga disebabkan karena psikosis.

Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan Amerika Serikat, psikosis adalah keadaan di mana seseorang tak bisa merasakan kenyataan. Saat orang kemudian menjadi sakit karena hal ini, itu disebut episode psikotik. (ind)

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RAGAM

Oleh: Vebry Tri Haryadi, Praktisi Hukum   PENEMUAN sekaligus dugaan perusakan situs megalit di Dongi-dongi, Lore Utara, Kabupaten Poso, membuka ironi besar di Sulawesi Tengah. Kawasan di sekitar Taman Nasional Lore Lindu sejak lama dikenal…

RAGAM

PARIGI | KORANINDIGO – Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Yayasan Idarotul Ummah Kecamatan Kasimbar pada Selasa 10 Maret 2026. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyaluran santunan serta…

RAGAM

JAKARTA | KORANINDIGO – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 untuk pekerja swasta atau buruh diberikan paling lambat H-7 lebaran. Hal tersebut sejalan dengan Surat Edaran (SE) Nomor M/3/HK.04.00/III/2026 tentang…

Example 325x325