LAPORAN KHUSUS

Ribuan Ternak Babi di Parimo Mati Mendadak

332
×

Ribuan Ternak Babi di Parimo Mati Mendadak

Sebarkan artikel ini

PEMERINTAH Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menemukan 3.642 kasus ternak babi mati mendadak atau pemotongan paksa dan, hingga saat ini belum diketahui penyebab kematian.

“Belum diketahui penyebab kematiannya, apakah terjangkit flu babi atau virus lainnya. Kami masih melakukan diagnosa Classical Swine Fever (CSF),” kata Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Parigi Moutong Normawati Said di Parigi, Rabu, (24/5).

Ia menjelaskan, data dihimpun pihaknya 3.642 ekor mati atau paksa potong karena sakit, kemudian 281 ekor tertangani atau diobati, sedangkan yang telah divaksin sebanyak 965 ekor.

Saat ini, Dinas Peternakan dan Perkebunan Sulteng telah mengambil sampel darah ternak tersebut untuk dilakukan uji laboratorium.

“Kami masih menunggu hasil uji sampel,” ucapnya.

Dilaporkan, ribuan ternak mati mendadak itu berada di empat kecamatan yakni Kecamatan Torue, Balinggi dan Sausu serta Parigi Selatan.

Dari peristiwa itu, instansi terkait menerbitkan surat edaran yang berisi imbauan, di antaranya tentang larangan kepada pihak perusahaan, pedagang, dan pemilik ternak memperdagangkan ternak babi keluar-masuk wilayah Parimo, baik dalam bentuk hidup maupun dalam bentuk olahan makanan.

Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan permohonan bantuan obat-obatan berupa vaksin dan vitamin khusus ternak ke Dinas Peternakan dan Perkebunan Sulteng supaya kasus ini tidak meluas ke wilayah lain.

Ia juga mengimbau peternak segera melaporkan kepada petugas DPKH bila terdapat indikasi kelainan pada ternak supaya dilakukan penanganan cepat sebagai bentuk antisipasi.

“Kami sarankan pemilik ternak selalu membersihkan kandang dengan disinfektan secara berkala dan pemberian pakan yang sehat kepada ternak” ujarnya.

Ia khawatir, fenomena indikasi virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi, karena penularan dan daya musnahnya lebih tinggi hampir 100 persen.

“Satu ekor ternak terpapar maka penularannya sangat cepat, dan dalam waktu singkat akan menyebar luas. Kami juga mengimbau, pemilik ternak tidak membuang di sembarang tempat bangkai ternak, sebaiknya dikubur,” demikian Normawati. (Ant/Ind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAPORAN KHUSUS

[PARIGI | KORANINDIGO] – Praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar diduga kuat tengah terjadi di Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong. Modus operandi dilancarkan disinyalir memanfaatkan skema pinjam pakai atau pencatutan kode QR…

LAPORAN KHUSUS

NELAYAN kecil menghadapi ironi di tengah kebijakan subsidi energi. Solar bersubsidi disediakan menopang kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi akses terhadap bahan bakar itu justru tersendat akibat kuota terbatas, birokrasi berbelit, serta dugaan penyimpangan distribusi. Di pesisir…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Manajer sekaligus pengawas SPBU 74.943.04 Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Aksan alias Akas, mengaku menerima uang Rp500 ribu hingga Rp600 ribu dari penyaluran solar subsidi serta Rp50 ribu hingga Rp80…

Example 325x325