Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
LAPORAN KHUSUS

Siomay Kuah Kaledo Ibu Titi Paling ‘Narasa’ Di Parigi

305
×

Siomay Kuah Kaledo Ibu Titi Paling ‘Narasa’ Di Parigi

Sebarkan artikel ini

Masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Kaki Lembu Donggala (Kaledo) yang terkenal dengan kuahnya yang khas. Tetapi, Ibu Titi salah satu pedagang siomay di Kabupaten Parigi Moutong, hanya memakai kuahnya sehingga lebih ‘Narasa’ (enak).

Di Parigi Moutong, banyak yang menjual siomay seperti pada umumnya, ada juga yang memakai kuah mie gelas. Ibu Titi membuat inovasi baru yakni siomay di campur dengan kuah kaledo. Untuk alamatnya, Ibu Titi masih berjualan di Halaman Rumah nya, di jalan Lidah Gimba (Lorong Cinta), Kelurahan Kampal.

“Awalnya saya berkeliling di Kota Parigi, dan melihat banyak sekali penjual siomay tetapi, hampir semuanya sama. Nah, dari situ saya dapat ide untuk menjual siomay kuah kaledo ini, agar berbeda dari yang lain,” kata Ibu Titi kepada klikparimo, 28/2/2024.

Perlu kita ketahui, Ibu Titi berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negera (ASN) disalah satu Dinas di Parigi Moutong, dengan jabatan seorang Kasubag Program. Dengan berjualan siomay ini menjadi usaha sampingannya.

Ibu Titi mengungkapkan, untuk bahan yang dipakai seperti ayam, sapi dan rempah-rempah, ia membelinya dari Pasar Sentral Parigi. Kemudian, untuk pengolahannya, Ibu Titi masih memakai jasa olahan penggilingan bakso.

“Siomay-siomay ini masih kita olah di penggilingan yang berada di PLN, Kelurahan Maesa, kami belum ada dan belum tahu cara membuatnya. Tapi, kedepannya Insyaallah kami juga akan mencari tahu cara mengolahnya,” ungkapnya.

Dengan berjualan siomay kuah kaledo ini, Ibu Titi mendapatkan penghasilan tambahan sebesar 600 sampai dengan 700 ribu perhari.“Kami menjual siomay kecil dengan hara 1000, tahu juga 1000, siomay sapi 1500 dan siomay besar 6000. Untuk pendatan perharinya terkadang 600 ribu, kalau hari libur biasanya sampai 700 ribu,” ucapnya.

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAPORAN KHUSUS

“Kami menilai perubahan nilai denda tidak memiliki dasar kontraktual. Hak penyedia jasa justru terkatung-katung di tengah proyek senilai miliaran rupiah,” ujar kuasa hukum CV Arawan, Osgar Sahim Matompo. PARIGI | KORANINDIGO – Sengketa pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten…

LAPORAN KHUSUS

“Nilai seleweng fulus di DP3AP2KB terlalu kecil.” Pernyataan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Parigi Moutong saat itu, Irwanto, menjadi penutup pemeriksaan terhadap pengelolaan dana di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…

LAPORAN KHUSUS

“Setiap rupiah dari anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan.” Peringatan Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Tengah Agus Yulianto itu mengemuka saat realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik/Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) di Sulawesi Tengah baru mencapai 8,32 persen…

LAPORAN KHUSUS

“Saya bahkan pernah ditawari uang supaya menerima kegiatan tambang ini. Tapi saya tolak karena masyarakat tidak setuju dan dampaknya sudah terasa,” kata Kepala Desa Baliara, Fadli Badja. Dari atas, Jembatan Baliara masih berdiri utuh. Namun, ancaman…

Example 325x325