PARIGI | KORANINDIGO – Tumpukan aspirasi rakyat kini menjadi “pekerjaan rumah” serius bagi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Sebanyak 1.807 usulan masyarakat masuk sistem perencanaan daerah, namun belum tentu semua bisa diwujudkan.
Ketua DPRD Parimo Drs Alfres Masboy Tonggiroh MSi, secara terbuka menyoroti persoalan tumpukan aspirasi rakyat itu.
“Usulan sudah ribuan, tapi kemampuan anggaran kita terbatas. Ini realita harus kita hadapi bersama”, kata Ketua Alfres, Senin, (30/03).
Pernyataan tersebut, menjadi sinyal keras bahwa tidak semua aspirasi dapat langsung terealisasi meski telah melalui proses resmi seperti reses, rapat dengar pendapat (RDP), hingga kunjungan kerja.
Kondisi seperti itu, kata Alfres, jika tidak dikelola dengan baik, maka akan berpotensi memicu kekecewaan.
Alfres Masboy Tonggiroh juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak sekadar menampung aspirasi tanpa realisasi. IND










