JAKARTA | KORANINDIGO – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat resmi menjadi partai politik melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 yang digelar di Hotel Arya Duta, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (18/1/2026). Pengumuman ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal M. Ridwan dan disambut antusias oleh peserta dari 38 provinsi yang hadir.
Kepemimpinan dan Struktur Organisasi
Dalam Rakernas tersebut, Sahrin Hamid dinobatkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat untuk masa bakti 2026–2030 (atau 2026–2031 sesuai sumber berbeda). Ia merupakan figur dekat Anies Baswedan dan pernah menjabat sebagai juru bicara. Setelah penetapan, Sahrin akan segera menyusun kepengurusan lengkap di tingkat pusat dan melengkapi struktur organisasi hingga ke daerah, serta mengurus legalitas partai ke Kementerian Hukum dan HAM.
Agenda Prioritas dan Nilai Dasar
Partai menetapkan lima agenda pokok kerja jangka pendek dan menengah, yaitu mengurus legalitas, meningkatkan kapasitas kader, menguatkan popularitas, membangun elektabilitas, serta menyediakan sarana prasarana pendukung. Selain itu, partai juga memiliki sejumlah rekomendasi eksternal yang menekankan keadilan ekologis dan keputusan politik yang berpihak pada publik.
Nilai dasar partai tercermin dalam Panca Darma, yaitu religiusitas, nasionalisme kerakyatan, ksatria, kasih sayang, dan integritas moral. Sahrin Hamid menegaskan bahwa partai ini berbeda dengan yang lain karena berjalan dengan prinsip musyawarah mufakat dan kekuatan utama dari gotong royong para anggota, bukan dukungan oligarki atau dinasti politik.
Dalam pidato perdananya, Sahrin Hamid menyatakan dua sikap penting partai:
– Menolak Pilkada melalui DPRD: Ia mengemukakan bahwa demokrasi pemilihan langsung adalah bagian dari reformasi, dan mandat DPRD adalah untuk fungsi legislasi, budgeting, dan monitoring, bukan memilih kepala daerah. Saat ini, enam fraksi di DPR mendukung pilkada via DPRD, sementara PDIP menolaknya.
– Mendukung Anies Baswedan sebagai Presiden: Sahrin mengatakan bahwa visi keadilan sosial yang selama ini diperjuangkan Anies secara personal kini menjadi perjuangan institusional partai. Anies sendiri pernah menjadi anggota kehormatan Gerakan Rakyat dan dalam pidatonya di Rakernas mengkritik kondisi ekonomi dan lingkungan saat ini, serta mengusulkan pendekatan pembangunan ekonomi ekologi.
Di media sosial, muncul pro dan kontra terkait pembentukan partai ini. Beberapa pihak menyambut positif sebagai harapan baru dalam politik Indonesia yang lebih dekat dengan rakyat, sementara yang lain masih menunggu bukti nyata dari program kerja dan implementasi nilai-nilai yang diusung. Di Lampung, Ketua DPW Gerakan Rakyat Andi Surya menyatakan kegembiraannya dan menganggap hal ini sebagai langkah strategis.
Partai Gerakan Rakyat kini siap menjalani proses verifikasi dan mempersiapkan diri untuk berkompetisi di tingkat nasional dalam kontestasi politik mendatang.










