Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
NASIONAL

Hacker Bobol 6 Ribu Rekening, Rp143 Miliar Dana Nasabah Bank Jambi Raib, Rp19 Miliar ke Kripto

581
×

Hacker Bobol 6 Ribu Rekening, Rp143 Miliar Dana Nasabah Bank Jambi Raib, Rp19 Miliar ke Kripto

Sebarkan artikel ini

AKSI peretasan besar-besaran membobol lebih dari 6.000 rekening nasabah Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi dan menyebabkan dana nasabah sekitar Rp143 miliar raib.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp19 miliar terdeteksi mengalir ke mata uang kripto, sementara sebagian lainnya terlacak ke sejumlah rekening bank lain.

Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan sebagian aliran dana hasil pembobolan sudah mulai teridentifikasi.

“Terdata ada sekitar Rp19 miliar yang masuk ke crypto, kemudian ada juga yang mengalir ke Bank Permata dan Sampoerna,” ujar Al Haris kepada wartawan, Senin (9/3/) malam,seperti dilansir sabangmerauke.com.

Pemerintah Provinsi Jambi telah meminta Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera melakukan langkah penelusuran dan penarikan dana yang terdeteksi, guna meminimalkan kerugian nasabah.

Sementara itu, Polda Jambi masih mendalami kasus pembobolan sistem perbankan tersebut. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Benar, saat ini kami dalam tahap komunikasi dengan Bareskrim Polri,” kata Taufik.

Peretasan yang diduga terjadi pada Minggu (22/2) itu juga membuat layanan mobile banking dan ATM Bank Jambi terblokir selama sekitar 14 hari. Penutupan sementara layanan dilakukan untuk memperkuat sistem keamanan.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Jambi, Zulfikar, mengatakan pihak bank tengah memenuhi berbagai instrumen keamanan yang diminta otoritas perbankan.

“Pemenuhan instrumen security yang diminta otoritas masih berjalan. Ini terkait sistem dari sisi vendor,” ujarnya.

Bank Jambi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem teknologi informasi guna mencegah serangan serupa terulang. Pihak bank menargetkan layanan kembali normal sebelum masa cuti bersama Hari Raya Idul Fitri.

Akibat pemblokiran layanan digital tersebut, ribuan nasabah terpaksa melakukan transaksi secara manual di kantor cabang. Kondisi ini memicu antrean panjang sejak dini hari.

Sejumlah nasabah bahkan datang sejak subuh demi mendapatkan nomor antrean. Seorang pensiunan ASN yang ditemui di Kantor Cabang Pembantu Thehok, Kota Jambi, mengaku harus datang usai sahur.

“Setengah enam habis sahur saya sudah di sini, tapi ternyata sudah ada yang lebih dulu datang. Mereka sudah menunggu sejak jam lima,” ujarnya.

Dari penelusuran sementara, kerugian nasabah perorangan bervariasi, mulai dari Rp17 juta hingga Rp24 juta per rekening akibat pembobolan tersebut. IND

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NASIONAL

“Mutasi bagian promosi dan penyegaran organisasi untuk terus meningkatkan pelayanan dan penegakan hukum kepada masyarakat.” Kalimat singkat Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, membuka babak baru di tubuh Korps Adhyaksa. Di balik perpindahan…

NASIONAL

Ditressiber Polda Sulawesi Tengah menetapkan anggota DPD RI, Rafiq Al Amri, sebagai tersangka pencemaran nama baik Ketua MUI Palu. Tersandung kritik tajam di media sosial yang berujung ke ranah hukum. LENTERA hukum sedang mengarah pada…

NASIONAL

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengambil tindakan tegas pada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait amplop dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif, Suhardiman Amby. Amby merupakan tersangka kasus dugaan suap jabatan dan gratifikasi terkait pelepasan…

NASIONAL

KARANGANYAR|KORANINDIGO – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Jembatan Titian Persatuan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026). Jembatan gantung ini menghubungkan Desa Sambirejo dengan Kelurahan Bolong dan dibangun melalui kolaborasi warga, relawan, serta…

Example 325x325