PARIGI | KORANINDIGO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melakukan pertemuan resmi dengan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia (Kementrans RI) di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026, guna membahas penguatan pembangunan kawasan transmigrasi di daerah tersebut.
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Menteri Transmigrasi itu dipimpin langsung oleh Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman dan dihadiri jajaran pejabat eselon I kementerian.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, hadir bersama Wakil Bupati Abdul Sahid, Sekretaris Daerah Zulfinasran, serta sejumlah pejabat teknis lainnya. Dalam kesempatan itu, Bupati memaparkan perkembangan kawasan transmigrasi yang telah dirintis sejak awal 1960-an.
“Sejak 1962, program transmigrasi telah membentuk fondasi pertumbuhan ekonomi di Parigi Moutong. Para transmigran berperan besar dalam membangun sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan yang kini menjadi tulang punggung daerah,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, kawasan Bahari Tomini Raya menjadi salah satu sentra produksi unggulan dengan komoditas seperti durian, padi, kelapa, kakao, serta hasil perikanan tangkap dan budidaya yang produksinya mencapai ribuan ton setiap tahun. Potensi tersebut dinilai mampu dikembangkan sebagai pusat ekonomi berbasis agro-maritim.
Namun demikian, Bupati juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, mulai dari tingginya angka kemiskinan, kerusakan infrastruktur jalan kawasan, hingga jaringan irigasi yang membutuhkan rehabilitasi. Selain itu, keterbatasan akses permodalan dan dukungan teknologi bagi nelayan serta petani juga menjadi perhatian utama.
“Kami mengharapkan dukungan pemerintah pusat agar kawasan transmigrasi ini dapat berkembang lebih cepat dan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten mengajukan beberapa rencana strategis, antara lain pembangunan sarana prasarana kawasan, penguatan ekonomi nelayan melalui pengembangan armada tangkap dan pelelangan ikan, serta pengembangan wisata bahari berbasis transmigrasi.
Menanggapi hal itu, Menteri Transmigrasi menyatakan komitmennya untuk menelaah usulan yang disampaikan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, khususnya dalam program pengurangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.
“Kami ingin pembangunan transmigrasi berorientasi pada peningkatan produktivitas dan pembentukan ekosistem ekonomi desa yang modern,” ujar Menteri.
Ia juga mengungkapkan adanya minat investasi dari luar negeri di sektor perkebunan kelapa dengan kebutuhan lahan cukup luas. Pemerintah daerah diminta menyiapkan data dan kesiapan lahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi kedua pihak dalam mentransformasi kawasan transmigrasi Parigi Moutong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang lebih maju dan berkelanjutan. IND










