DAERAH

Pemprov Sulteng Siap Bantu Benih Untuk Petani Terdampak Banjir Parigi

316
×

Pemprov Sulteng Siap Bantu Benih Untuk Petani Terdampak Banjir Parigi

Sebarkan artikel ini

PARIGI | KORANINDIGO Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah siap membantu benih untuk petani yang terdampak banjir di kecamatan Balinggi dan Torue Kabupaten Parigi Moutong guna memulihkan kondisi pascabencana.

 

“Dampak bencana dapat mempengaruhi produksi gabah, sehingga kami siap melakukan intervensi, karena dua kecamatan tersebut merupakan sentra penghasil beras,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Nelson Metubun di Palu, Kamis, (06\15)

 

Ia menjelaskan, intervensi dilakukan pihaknya dari sisi pertanaman, sehingga untuk normalisasi areal persawahan dari material lumpur dan potongan kayu terseret banjir, ditangani instansi teknis lainnya.

 

Oleh karena itu, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat untuk memastikan jumlah sawah terdampak banjir.

 

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, luas kebun dan sawah yang terdampak bencana sekitar 386 hektare di Balinggi dan Torue.

 

“Hitungan teknisnya, 1 hektare sawah butuh 25 kilogram benih, saat ini kami berkoordinasi dengan instansi teknis setempat menghitung jumlah sawah terdampak supaya intervensi dilakukan tepat jumlah,” ujar Nelson yang juga mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong.

 

Ia memaparkan, pemulihan pascabencana hidrometeorologi di kabupaten itu bagian dari tanggung jawab pihaknya khususnya pada sektor pertanian, karena Parigi Moutong merupakan salah satu daerah sentra pangan dengan luas lahan kurang lebih 32.600 hektare atau 23,27 persen dari total luas lahan di provinsi tersebut 140.100 hektare.

 

Kabupaten tersebut juga digencarkan program indeks pertanaman 400 (IP400) dengan luas lahan 5.500 hektare, dan Kecamatan Balinggi menjadi lokus program IP400.

 

“Posisi Parigi Moutong dan sejumlah daerah lainnya sebagai sentra pangan sangat strategis,” ucapnya.

 

Pemkab Parigi Moutong, menambah masa tanggap darurat 14 hari ke depan setelah masa tanggap darurat sebelumnya dimulai 30 Mei-12 Juni telah berakhir.

 

Perpanjangan tanggap darurat difokuskan kegiatan normalisasi sungai, perbaikan tanggul irigasi, termasuk fasilitas umum dan lahan pertanian yang terdampak.

 

“Petani harus diintervensi dengan bantuan, supaya mereka cepat bangkit dan semangat menggarap lahan,” demikian Nelson. (Ind*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menata ulang mekanisme distribusi solar bersubsidi di SPBU 74.943.08, Kelurahan Kampal, dengan melibatkan warga lokal sebagai mitra pengantaran. Kebijakan mulai diterapkan Selasa (13/10/2026) itu bertujuan…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO — Perubahan mekanisme penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di SPBU Kampal, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mulai membuahkan hasil positif bagi produktivitas pertanian. Perubahan pola distribusi bermula dari sorotan…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Penanaman disiplin dan kesadaran hukum sejak dini menjadi salah satu upaya membangun generasi muda berkarakter. Pesan itu disampaikan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ampibabo Iptu Ansaruddin, SH, saat menjadi pembina upacara bendera…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) melakukan rotasi jabatan besar-besaran di lingkungan Korps Bhayangkara, termasuk pada jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng).Keputusan penyegaran organisasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri…

Example 325x325