Dari setiap pasokan 16 ton solar subsidi di SPBU Kampal, sekitar 1.320 liter diduga disisihkan. Manajemen belum memberikan penjelasan.
PARIGI | KORANINDIGO – Sebanyak 40 jeriken berisi solar bersubsidi, atau setara sekitar 1.320 liter, diduga disisihkan dari 16 ton pada setiap pasokan BBM di SPBU 74-94308 Trans Sulawesi, Desa Kampal, Kabupaten Parigi Moutong.
Solar tersebut disinyalir tidak disalurkan kepada masyarakat melalui jalur distribusi normal.
Penelusuran koranindigo.com menemukan dugaan penyisihan tersebut berlangsung secara berkala.
Solar diduga dipindahkan ke sekitar 40 jeriken berkapasitas 33 liter, kemudian dialokasikan sebagai fulus atensi kepada pihak tertentu.
Dugaan tersebut menjadi penting karena setiap liter solar bersubsidi memiliki konsekuensi langsung terhadap konsumen.
Penyisihan sekitar 1.320 liter setara dengan 8,25 persen volume pasokan yang berpotensi tidak masuk ke jalur distribusi normal.
Angka itu bukan sekadar hitungan di atas kertas.
Bagi konsumen pengguna solar bersubsidi, penyisihan kuota berpotensi berarti antrean lebih panjang, kesempatan memperoleh BBM lebih kecil, serta membuka ruang bagi transaksi di luar mekanisme resmi.
Informasi mengenai penyisihan, muncul dalam penelusuran terkait tata kelola distribusi solar bersubsidi di wilayah Parigi Moutong..
Untuk memperoleh keberimbangan, media ini telah meminta klarifikasi kepada Fajar, Manajer SPBU 74-94308 Kampal, pada Jumat, 4 September 2026.
Konfirmasi resmi mencakup dugaan penyisihan solar, mekanisme distribusi, dasar penyisihan kuota, serta maksud istilah “fulus atensi” dalam praktik tersebut.
Hingga berita ini ditulis, Fajar belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi telah dikirimkan, tetapi manajer SPBU 74-94308 Fajar masih enggan melontar tanggapan. IND









