BUOL| KORANINDIGO – Sebanyak sekitar 141 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bunobogu.
Dalam pernyataannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Muhammad Yamin Rahim, SH.MH, dengan tegas menyatakan bahwa ia telah meminta agar SPPG Bunobogu ditutup sementara menunggu rapat yang akan digelar bersama Bupati Buol dan seluruh stakeholder di kabupaten tersebut. “Kita perlu melakukan evaluasi menyeluruh terkait kejadian ini untuk mencegah hal serupa terulang kembali,” ujarnya.
Sampai saat ini, kepala SPPG Bunobogu belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi terkait peristiwa keracunan tersebut. Pihak kesehatan telah segera memberikan penanganan kepada para siswa yang terkena dampak, dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti keracunan sedang dilakukan.
Kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat beberapa kasus keracunan MBG juga telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia sebelumnya. Seperti yang diungkapkan oleh dosen Universitas Gadjah Mada, Bayu Satria Wiratama, pada Oktober 2025, penyebab risiko keracunan pangan dalam program MBG dapat berasal dari berbagai tahapan, mulai dari bahan baku yang rusak, proses pencucian, penyimpanan, pemasakan, distribusi, hingga konsumsi. Selain itu, kurangnya sertifikat laik higiene dan sanitasi (SLHS) pada sejumlah SPPG juga menjadi faktor yang memperbesar risiko.
Pemerintah Kabupaten Buol berkomitmen akan melakukan tindakan tegas sesuai hasil penyelidikan dan rapat yang akan datang untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan yang disediakan dalam program MBG bagi para siswa. ( SYAFRI SAKULA )










