Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 1000x60
DAERAH

PAD Jangan Jadi Satu-satunya Tumpuan APBD

156
×

PAD Jangan Jadi Satu-satunya Tumpuan APBD

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PARIGI | KORANINDIGO – Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menegaskan agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak dijadikan satu-satunya tumpuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan.

Penegasan tersebut disampaikan dalam pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Tahun Anggaran 2026 pada rapat paripurna DPRD masa sidang I tahun 2025, dalam rapat paripurna, di ruang sidang utama DPRD Parmo, Senin (15/12).

Melalui juru bicara Fraksi NasDem, Sugianto Rerungan, menyampaikan apresiasi atas penyusunan APBD, namun menekankan bahwa apresiasi tersebut tidak boleh menghilangkan sikap kritis.

Menurut Fraksi NasDem, APBD bukan sekadar dokumen tahunan, melainkan instrumen utama pemerintah daerah dalam menjawab persoalan riil masyarakat serta sebagai kontrak politik dan sosial antara pemerintah daerah dan rakyat Parigi Moutong.

Terkait pendapatan daerah, Fraksi NasDem mencermati struktur pendapatan APBD yang masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat, sementara kontribusi PAD dinilai masih relatif kecil. Kondisi tersebut menunjukkan kemandirian fiskal daerah belum terbangun secara optimal dan belum sepenuhnya berbasis pada data potensi yang akurat.

Fraksi NasDem mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pendataan ulang dan pemetaan menyeluruh terhadap objek pajak dan retribusi daerah, khususnya di sektor pertambangan non-logam, parkir, rumah makan, serta berbagai jenis usaha lain yang belum tersentuh pajak dan retribusi.

“PAD tidak boleh terus-menerus dijadikan pelengkap APBD, melainkan harus menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah,” tegas Sugianto.

Pada sisi belanja daerah, Fraksi NasDem menyoroti komposisi belanja yang masih didominasi oleh belanja operasi dibandingkan belanja modal. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Fraksi NasDem menekankan pentingnya peningkatan belanja infrastruktur dasar, terutama pembangunan jalan penghubung desa dan kecamatan, irigasi pertanian, serta sarana air bersih. Ketimpangan infrastruktur antarwilayah di Parigi Moutong dinilai harus dijawab melalui alokasi anggaran yang lebih berkeadilan dan terukur manfaatnya bagi masyarakat. IND

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

“Selisih denda ratusan juta rupiah, pecah paket senilai Rp1,19 miliar, gedung Rp8,7 miliar rusak sebelum dimanfaatkan, serta gugatan Rp10 miliar menjadi simpul persoalan. Nilai kerugian negara masih menunggu audit resmi, namun sumber risikonya mulai terlihat…

DAERAH

“Menurut informasi yang kami dapat, kapalnya patah jadi dua dan tenggelam.” — Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto. Gelombang Teluk Tomini mengubah perjalanan wisata menjadi perjuangan bertahan hidup. Sebuah Speedboat pengangkut 11 wisatawan asing patah menjadi…

DAERAH

Setelah tiga kali teguran tertulis diabaikan, penghentian sementara operasi produksi menjadi langkah terakhir. Kalimat itu tersirat dalam keputusan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tengah saat menjatuhkan sanksi administratif kepada 36 perusahaan pemegang…

DAERAH

Ancaman terhadap anak kini tak lagi sekadar hadir di jalanan, sekolah, atau lingkungan sekitar. Bahaya juga tumbuh di balik layar gawai, menyusup melalui ruang digital tanpa banyak disadari. Koordinator Area Pusat Kajian dan Perlindungan Anak…

Example 325x325