DAERAH

Lima Kali Gesek Barcode Setoran Atensi

487
×

Lima Kali Gesek Barcode Setoran Atensi

Sebarkan artikel ini

Ladang Fulus Gelap SPBU Kampal

PARIGI | KORANINDIGO – Praktik lancung penyelewengan Solar bersubsidi secara sistematis diduga kuat terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.943.08 Kampal, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Modusnya, pengelola menyunat sebagian pasokan resmi untuk dijual ke pasar gelap demi mendanai apa yang disebut sebagai “uang atensi” bagi oknum tertentu.

Sumber internal di lingkungan SPBU membocorkan bahwa setiap kali truk tangki membongkar 16 ton (16.000 liter) Solar, sebanyak 1.320 liter atau sekitar 8,25 persen langsung disisihkan.

“Lima kali gesek kode batang (barcode) di sebelah kanan area pulau pompa (pump island) wajib dilakukan setiap kali pasokan datang,” ujar sumber tersebut secara tertutup kepada jurnalis, Rabu, 16 September 2026.

Menurut penuturannya, pengurangan volume ini dilakukan dengan cara mengisi 40 jeriken berkapasitas masing-masing 33 liter langsung saat truk tangki tiba.

Aktivitas pengisian jeriken ini tetap nekat berlangsung bahkan saat antrean kendaraan besar di dispenser sedang lengang.

Bahan bakar dalam puluhan jeriken ini sengaja tidak dimasukkan ke dalam sistem penjualan normal di dispenser penunjang kendaraan umum.

Oleh oknum pengelola, 40 jeriken Solar subsidi itu kemudian dijual kembali di area SPBU dengan harga selangit, yakni Rp350 ribu hingga Rp400 ribu per jeriken.

Padahal, harga eceran resmi Solar subsidi untuk kapasitas tersebut hanya berkisar Rp220 ribu (sekitar Rp6.800 per liter).

Dari selisih harga tersebut, pengelola meraup keuntungan ilegal sekitar Rp125 ribu per jeriken, atau mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta untuk sekali bongkar muatan.

Mengingat SPBU yang terletak di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Kampal ini menerima pasokan empat kali dalam sepekan, akumulasi keuntungan gelap pengelola diperkirakan menembus Rp20 juta hingga Rp28 juta per minggu.

“Jika dikalikan empat kali pasokan dalam sepekan, jelas itu bukan uang yang sedikit,” kata sumber tersebut.

Pungutan Liar dari Pelansir

Selain memotong jatah pasokan resmi, ladang fulus ilegal di SPBU Kampal juga menyasar para pelansir BBM ritel.

Modus kedua ini melibatkan oknum petugas jaga SPBU yang bertugas memungut biaya tambahan.

Setiap pelansir yang mengisi Solar menggunakan jeriken diwajibkan membayar “fulus setoran” sebesar Rp10 ribu per jeriken kepada petugas yang berjaga.

Pungutan liar ini ditarik secara rapi setiap kali pasokan Solar tiba di pangkalan.

“Uang itu dikumpulkan oleh oknum petugas jaga, diduga kuat untuk mengisi pundi-pundi uang atensi ke pihak tertentu,” ujar sumber itu menambahkan.

Manajer SPBU Bungkam

Upaya konfirmasi telah dilakukan untuk meminta klarifikasi dari pihak manajemen.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Manajer SPBU 74.943.08 Kampal, Fajar, belum memberikan jawaban atas pertanyaan diajukan jurnalis terkait dugaan praktik lancung dan aliran fulus taktis dari penyelewengan BBM bersubsidi ini. IND

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

AMPIBABO | KORANINDIGO – Deru mesin truk ekspedisi melintasi Jalan Trans Sulawesi, Ampibabo Utara, Parigi Moutong, kini tak lagi mampir di SPBU nomor 141. Pengemudi angkutan barang lintas provinsi atau ekspedisi enngan membuang waktu mengantre…

DAERAH

AMPIBABO | KORANINDIGO – Solar bersubsidi diduga keluar dari jalur peruntukannya di Wilayah Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Bahan bakar itu diajukan untuk kebutuhan petani dan nelayan, tetapi sebagian besar pasokan justru mengalir…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Pola baru penyaluran Solar bersubsidi mulai diuji di SPBU Kampal, Kelurahan Kampal, Jalan Trans Sulawesi. Dari pasokan 16 ton, sebanyak 2,5 ton disisihkan khusus bagi petani dan nelayan melalui koordinasi dengan…

DAERAH

PALU | KORANINDIGO – Sebanyak 2.189 nomor polisi kendaraan di Sulawesi Tengah (Sulteng) masuk daftar pemblokiran QR Code BBM subsidi hingga September 2026. Angka ini menjadi bagian dari 11.093 nomor polisi di seluruh Sulawesi, setelah…

Example 325x325