PALU | KORANINDIGO — Produksi perikanan Sulawesi Tengah pada 2025 mencapai 658.451,80 ton. Kenaikan terutama terlihat pada perikanan tangkap, sementara angka produksi budidaya masih berstatus sementara.
Data Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah mencatat produksi tersebut terbagi hampir berimbang.
Perikanan tangkap menyumbang 328.393,08 ton, sedangkan budidaya mencapai 330.058,72 ton.

Kepala Bidang Budidaya dan Pengolahan, Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Moh Syafar DB, menyebut peningkatan itu menjadi bagian dari perkembangan sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Tengah.
“Sektor perikanan tangkap, produksi meningkat 20,8 persen dibandingkan 2024, tercatat 271.865,95 ton,” kata Syafar, Jumat, 11 September 2026.
Lonjakan sektor tangkap cukup mencolok.
Produksi 2025 sebesar 328.393,08 ton berarti bertambah sekitar 56.527 ton dibandingkan capaian 2024.
Secara persentase, kenaikannya mencapai sekitar 20,8 persen.
Angka tersebut menempatkan perikanan tangkap sedikit di bawah produksi budidaya. Selisih keduanya sekitar 1.665,64 ton.
Syafar mengatakan peningkatan produksi merupakan bagian dari perkembangan sektor kelautan dan perikanan Sulawesi Tengah.
Pernyataan itu memperlihatkan adanya pertumbuhan pada dua sumber utama produksi: tangkap dan budidaya.
Dengan produksi mencapai 658.451,80 ton, sektor perikanan Sulteng pada 2025 menunjukkan geliat cukup kuat.
Perikanan tangkap menjadi komponen dengan pertumbuhan paling tegas dibandingkan tahun sebelumnya. IND









