Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 180x700
Example 1000x60
EKONOMI

Dua Tahun Terakhir, Daya Saing Indonesia Merosot

35
×

Dua Tahun Terakhir, Daya Saing Indonesia Merosot

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DAYA saing global Indonesia dalam IMD World Competitiveness Ranking 2026 merosot menjadi peringkat 48 dari 70 negara pada 2026. Sebelumnya pada 2024, Indonesia sempat mencapai ranking 27.

Penurunan ini terjadi di saat mayoritas daya saing negara Asia Pasifik menguat. Merespon laporan IMD, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bakal mencari tahu penyebab anjloknya daya saing Indonesia.

“Nanti kita teliti lagi masalahnya di mana. Kan kita ada persiapan untuk tim bottlenecking, jadi kita lihat saja dari sana,” kata Airlangga, belum lama ini.

Untuk diketahui, laporan IMD World Competitiveness Ranking 2026 mengurutkan ranking daya saing negara-negara di dunia berdasarkan empat indikator utama, yaitu performa ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan infrastruktur.

Masing-masing indikator ini memiliki lima sub-indikator yang ditopang data-data relevan. Semuanya kemudian dianalisa untuk melihat daya saing global tiap negara, utamanya di tengah tekanan geopolitik.

Pada 2026, urutan pertama negara dengan daya saing global terbaik adalah Singapura, diikuti Hong Kong pada urutan kedua. Keduanya menyalip Swiss yang pada tahun sebelumnya menempati urutan pertama.

Mayoritas negara Asia Pasifik lainnya juga mengalami kenaikan ranking, seperti Malaysia yang naik dari ranking 23 menjadi ranking 15, Korea Selatan yang naik dari ranking 27 menjadi ranking 21, hingga Thailand yang naik dari ranking 30 menjadi ranking 26.

Vietnam yang tahun ini menjadi tahun pertama masuk dalam laporan IMD, juga langsung menempati posisi ke-27 dari 70 negara. Di sisi lain, ranking Indonesia turun dari 40 menjadi ranking 48, yang mana cenderung rendah dibandingkan negara-negara tetangga. Skor keseluruhan Indonesia mencapai 57,6 dari 100 poin, terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Jika dibedah dari empat indikator utama, Indonesia mengalami penurunan pada indikator efisiensi bisnis, efisiensi pemerintah, dan infrastruktur. Sedangkan indikator performa ekonomi cenderung stabil. katadata

Example 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

STATUS internasional disandang Bandara Mutiara SIS Al-Jufri bukan sekadar kebanggaan daerah. Lebih dari itu, status tersebut merupakan peluang strategis untuk menggerakkan ekonomi berbasis ekspor, khususnya dari sektor kelautan dan perikanan. Oleh : Handri Pinatik –…

EKONOMI

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat kinerja positif sektor kelautan dan perikanan sepanjang Januari-Desember 2025. Dikutip dari katadata.co.id, Nilai ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia mencapai US$6,27 miliar atau tumbuh 5,2 persen dibandingkan dengan 2024….

EKONOMI

JAKARTA | KORANINDIGO – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak sebesar Rp245,1 triliun pada dua bulan pertama 2026. Angka tersebut tumbuh 30,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan,…

Example 325x325