EKONOMI

Stasiun PPMHKP Palu Intensifkan Pengawasan Mutu Ikan Jelang Ramadhan 1447 H dan Imlek 2026

387
×

Stasiun PPMHKP Palu Intensifkan Pengawasan Mutu Ikan Jelang Ramadhan 1447 H dan Imlek 2026

Sebarkan artikel ini

PALU | KORAN INDIGO — Stasiun PPMHKP Palu melaksanakan kegiatan Pengawasan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (PMKH) di pasar domestik, yang dipusatkan di Pasar Tradisional Lasoani, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, pada 18 Februari 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H dan Tahun Baru Imlek 2026. Tujuannya untuk memastikan produk perikanan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat dalam kondisi aman, bermutu, serta layak konsumsi. Selain itu, tim juga melakukan pemantauan terhadap ketersediaan pasokan dan perkembangan harga ikan di pasar tradisional Kota Palu.

Monitoring tersebut turut melibatkan mahasiswa dari Universitas Hasanuddin, Universitas Tadulako, serta peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, tim inspektur mutu melakukan pengambilan sampel ikan untuk selanjutnya diuji secara organoleptik di laboratorium. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, secara umum ikan yang dipasarkan berada dalam kondisi segar. Hal ini ditandai dengan ciri-ciri mata jernih dan menonjol, insang berwarna merah cerah, lendir tipis dan bening, daging elastis, serta aroma segar khas spesiesnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ikan yang diperdagangkan masih memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.

Kepala Stasiun PPMHKP Palu, Hamzah, mengimbau para pedagang dan pemasar untuk senantiasa menjaga rantai dingin, memperhatikan kebersihan, serta memastikan ikan yang diperjualbelikan tetap bermutu dan aman dikonsumsi masyarakat.

Sementara itu, menjelang bulan Ramadhan, harga ikan laut seperti layang, selar, kembung, dan cakalang mengalami kenaikan bervariasi antara 5 hingga 10 persen. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan. Seorang pedagang di Pasar Lasoani menyebutkan bahwa sebagian nelayan mulai mengurangi aktivitas melaut menjelang bulan puasa, ditambah kondisi gelombang laut yang masih tinggi.

Berbeda dengan ikan laut, harga ikan air tawar seperti mujair, gabus, dan nila terpantau relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan.

Kegiatan pengawasan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi ikan, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan. (Handri.P)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

PALU | KORANINDIGO – Investasi di Sulawesi Tengah menembus Rp68,70 triliun sepanjang Januari–Juni 2026. Dalam enam bulan, angka itu sudah mencapai 73,17 persen dari target setahun sebesar Rp93,89 triliun. Namun di balik lonjakan investasi tersebut,…

EKONOMI

PARIGI | KORANINDIGO –  Harga beras kualitas super I di pasar modern Sulawesi Tengah menjadi tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga harian komoditas tersebut mencapai Rp21.550 per kilogram,…

EKONOMI

Ruang gerak fiskal pemerintah daerah memasuki fase paling sempit dalam beberapa tahun terakhir. Ketika pemerintah pusat memangkas Transfer ke Daerah (TKD) secara signifikan pada 2026, kemampuan daerah menutup kekurangan lewat Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru…

EKONOMI

“Seluruh kantor PT BPR Syariah Hasanah Mandiri ditutup untuk umum dan menghentikan segala kegiatan usaha.” Kalimat singkat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu menandai berakhirnya perjalanan satu lagi bank perkreditan rakyat di Indonesia. Penutupan tersebut…

Example 325x325