DAERAH

16 Ton Solar, 30 Persen Mengalir Ke Jeriken

42
×

16 Ton Solar, 30 Persen Mengalir Ke Jeriken

Sebarkan artikel ini

PARIGI | KORANINDIGO – Sebanyak 16 ton solar bersubsidi masuk ke SPBU 74.943.08, Kampal, Parigi Moutong, dalam dua kali pengiriman. Dari volume itu, sekitar 4,8 ton atau 30 persen diperkirakan terserap melalui pembelian menggunakan jeriken.

Jika pola tersebut berlangsung rutin, besarnya volume itu berpotensi mempersempit pasokan bagi kendaraan pengguna solar dan menjadi salah satu pemicu mengularnya antrian panjang di SPBU.

Informasi dari sumber internal menyebut pasokan 16 ton datang dalam dua tahap, masing-masing sekitar 8 ton pada siang dan malam hari.

Pada setiap kedatangan, sekitar 9–10 orang disebut mengantre membawa jeriken berkapasitas sekitar 33 liter.

Setiap pelansir disebut memperoleh sekitar delapan jeriken.

Dengan asumsi rata-rata sembilan pelansir, perhitungannya mencapai 9 orang × 8 jeriken × 33 liter atau 2.376 liter setiap satu kali pengiriman.

Dalam dua kali pengiriman, volumenya mencapai 4.752 liter atau sekitar 4,8 ton.

Angka tersebut setara sekitar 29,7 persen dari total pasokan 16 ton—dibulatkan menjadi 30 persen.

“Rata-rata ada 9–10 orang pelansir dalam setiap pasokan. Masing-masing mendapat sekitar delapan jeriken,” kata sumber internal kepada koranindigo, Jumat, 18 September 2026.

“Pasokannya dua kali, siang dan malam. Masing-masing sekitar 8 ton,” ujarnya.

Jika hitungan itu sesuai kondisi lapangan, hampir sepertiga pasokan solar subsidi terserap melalui jalur jeriken.

Lalu, siapa penerima, berapa volume per penerima, serta dasar pembelian tersebut.

Menunggu Jejak Transaksi

Pembelian solar menggunakan jeriken tidak otomatis merupakan pelanggaran.

Penyaluran untuk kelompok atau konsumen tertentu dapat dilakukan sepanjang memenuhi persyaratan dan memiliki dokumen rekomendasi sesuai ketentuan.

Manajer SPBU Fajar sebelumnya menyatakan pengisian solar menggunakan jeriken diperuntukkan bagi konsumen dengan surat rekomendasi dari dinas terkait.

“Kalau ada rekomendasi, seharusnya bisa dilihat siapa penerimanya dan berapa jatahnya,” kata Fajar.

Namun, saat dikonfirmasi pada 4 September 2026 mengenai dugaan persoalan distribusi solar bersubsidi di SPBU Kampal, Fajar menyatakan tidak mengetahui praktik tersebut.

Media ini kembali meminta penjelasan Fajar dan Rifai mengenai jumlah pelansir, volume pengisian, dasar pembelian, serta pencatatan transaksi.

Hingga berita ini ditulis, keduanya belum memberikan tanggapan. IND

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO — Kendaraan diduga milik pengelola SPBU 74.943.08 Kampal disebut ikut mengantre Solar bersubsidi. Sedikitnya tiga truk, diduga terkait Manajer SPBU Fajar dan Pengawas SPBU Rifai, disebut kerap berada di sekitar SPBU lalu…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Nama dan foto Kepala Bidang (Kabid) Sarana, Prasarana (Sarpras) dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong, Supriadin, dicatut dalam dugaan penipuan bantuan alat dan mesin pertanian…

DAERAH

PARIGI | KORANINDIGO – Praktik lancung penyelewengan Solar bersubsidi secara sistematis diduga kuat terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.943.08 Kampal, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Modusnya, pengelola menyunat sebagian pasokan resmi untuk…

DAERAH

“Lima kali gesek kode batang (barcode) di sebelah kanan area elevated atau Pump Island wajib dilakukan setiap kali 16 ton pasokan solar datang” PARIGI | KORANINDIGO – Sebanyak 1.320 liter Solar bersubsidi diduga disisihkan dari…

Example 325x325