LAPORAN KHUSUS

Armada Siluman: Bangkai Truk Pemburu Solar

38
×

Armada Siluman: Bangkai Truk Pemburu Solar

Sebarkan artikel ini

PARIGI – KORANINDIGO – Armada truk tua tanpa kelayakan jalan berderet di SPBU 74.943.08, Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Kampal, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ban gundul, bodi berkarat, bahkan sebagian bak kehilangan lantai. Namun setiap pasokan Solar subsidi tiba, kendaraan itu justru muncul paling depan dalam antrean.

Sedikitnya 15 hingga 20 unit truk diduga digunakan untuk mengulang pengisian Solar subsidi.

Kendaraan masuk antrean, mengisi tangki, keluar dari kawasan SPBU, lalu bahan bakar dikuras ke jeriken atau wadah penampungan.

Setelah tangki kembali kosong, truk masuk lagi ke antrean.

Pola tersebut, berdasarkan penelusuran lapangan, berlangsung berulang.

Armada tua itu bukan sekadar kendaraan tidak layak operasi.

Ia diduga menjadi alat memperpanjang siklus pengisian sekaligus menguras kuota Solar subsidi sebelum sampai kepada konsumen sasaran.

Antrean Direkayasa

Modusnya sederhana, tetapi membutuhkan ruang bagi pengulangan.

Satu kendaraan mengisi penuh, meninggalkan SPBU, memindahkan muatan ke wadah lain, kemudian kembali mengisi.

Dengan cara itu, satu unit truk dapat berfungsi sebagai kendaraan pengangkut sekaligus penampung sementara.

Bagi konsumen reguler, dampaknya terasa pada panjang antrean.

Sejumlah sopir ekspedisi logistik jarak jauh harus menunggu berhari-hari lantaran stok Solar cepat habis.

Istilah “armada siluman” muncul untuk menggambarkan kendaraan-kendaraan tua tersebut.

Secara fisik sebagian tidak menunjukkan karakter armada angkutan aktif.

Namun ketika Solar subsidi tersedia, kendaraan itu kembali beroperasi di jalur pengisian.

Ada dugaan penyimpangan mekanisme distribusi BBM bersubsidi, terutama bila bahan bakar kemudian dipindahkan ke wadah lain dan dijual kembali di luar saluran resmi.

Nama-Nama di Balik Armada

Penelusuran juga mengarah pada sejumlah pemain lokal.

Pengusaha penghisap solar berinisial Haji DP disebut diduga memasukkan sedikitnya delapan, bahkan lebih armada.

EN dan RN masing-masing disebut mengoperasikan tiga truk.

EN dan RN jelas-jelas membawa solar hasil rekayasa antrean ke area tambang Kayuboko.

Sementara Haji IWN diduga mengendalikan satu hingga dua kendaraan.

Salah satu armada milik EN bahkan ditengarai mempunyai hubungan langsung dengan oknum pengelola SPBU.

Para sopir interlokal juga menyebut dugaan adanya perlindungan dari oknum aparat penegak hukum.

Solar Mengalir ke Tambang

Ada alasan ekonomi di balik perebutan Solar subsidi itu.

Harga BBM di luar jalur resmi jauh lebih tinggi dibanding harga penyaluran subsidi.

Kawasan pertambangan Kayuboko, sekitar lima kilometer dari SPBU Kampal, disebut menjadi salah satu tujuan Solar hasil pelangsiran.

Di lokasi tersebut, harga Solar dilaporkan mencapai Rp480 ribu hingga Rp550 ribu per jeriken.

Perbedaan harga menciptakan margin besar.

Solar subsidi semestinya dikonsumsi kelompok sasaran berpotensi berubah menjadi komoditas bernilai tinggi ketika dipindahkan ke kawasan tambang.

Lalu-lalang pengangkutan BBM menuju kawasan tambang berlangsung terbuka, aparat penegak hukum diduga sengaja tutup mata.

Pengelola Belum Menjawab

Konfirmasi telah dikirim kepada Manajer SPBU Kampal, Aswat, melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Pertanyaan diarahkan pada dugaan pengisian berulang, penggunaan kendaraan atau tangki modifikasi, serta mekanisme pengawasan distribusi Solar subsidi di SPBU tersebut.

Hingga naskah ini disusun dan diupload, Aswat belum memberikan jawaban. IND

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO– Seolah Kebal hukum, sedikitnya 15 hingga 20 armada diduga sengaja ditempatkan dalam antrean Solar subsidi di SPBU 74.943.08 Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Kampal, Kabupaten Parigi Moutong. Kendaraan-kendaraan itu keluar-masuk barisan mengisi Solar…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Upaya pemerintah memperketat pola distribusi Solar bersubsidi per 29 September 2026—ditujukan mempersempit ruang gerak spekulan dan memastikan alokasi BBM tepat sasaran—belum menunjukkan taji di lapangan. Di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum…

LAPORAN KHUSUS

BOCOR solar bersubsidi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) daerah melanggengkan rahasia umum menjadi akar tumpulnya penegakan hukum. Setoran puluhan juta rupiah setiap bulan kepada oknum aparat diduga menjadi benteng kokoh menjaga bisnis…

LAPORAN KHUSUS

PARIGI | KORANINDIGO – Solar bersubsidi dari Stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) 74.943.08 Kampal, Parigi Moutong, diduga mengalir menuju kawasan pertambangan emas Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat. Aktivitas seleweng solar subsidi berlangsung terbuka di kawasan tambang,…

Example 325x325